Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Jemaah Banjiri Haul Akbar Ke-34 Gus Miek, Putra dan Cucu Gus Miek Ajak Masyarakat Istiqomah Ibadah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:38 WIB


LAUTAN MANUSIA: Gus Sabuth menyapa ribuan jemaah yang menghadiri Haul Akbar Ke-34 Gus Miek di Desa Ngadi, Mojo, Kediri. (FOTO: WAHYU ADJI)
LAUTAN MANUSIA: Gus Sabuth menyapa ribuan jemaah yang menghadiri Haul Akbar Ke-34 Gus Miek di Desa Ngadi, Mojo, Kediri. (FOTO: WAHYU ADJI)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Peringatan Haul ke-34 KH Chamim Thohari Djazuli atau Gus Miek tak hanya menjadi ajang doa bersama dan pembacaan amalan Dzikrul Ghofilin.

Momen tersebut juga dimanfaatkan para jemaah untuk bersilaturahmi. Sekaligus menyampaikan berbagai persoalan hidup kepada keluarga ulama kharismatik itu.

Sejak Kamis sore (11/6), kediaman keluarga Gus Miek di kawasan Ploso dipadati tamu dari berbagai daerah.

Putra Gus Miek, KH Agus Sabuth Pranoto Projo, bersama putranya Gus Ferry Husnul Ma'ab menerima kedatangan jemaah yang ingin bersilaturahmi sebelum mengikuti puncak haul pada malam hari.

Gus Ferry mengatakan, tradisi menerima tamu tersebut hampir selalu dilakukan saat peringatan haul.

Banyak jemaah datang secara berkelompok sebagai perwakilan daerah untuk bertemu keluarga Gus Miek.

Selain bersalaman dan meminta doa, tidak sedikit yang menyampaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Peringati Haul Ke-34 Gus Miek, Ribuan Jemaah Padati Kompleks Makam di Ploso Kediri

“Kami hanya sekadar membantu memintakan kepada Allah, membantu mendoakan saja. Semuanya Allah yang memberikan jawaban dan pertolongan,” ujar Gus Ferry saat ditemui di kediamannya.

Menurut dia, sebagian besar keluhan yang disampaikan jemaah berkaitan dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Mulai urusan rumah tangga, pendidikan anak, ekonomi keluarga, hingga kesehatan.

“Sebenarnya curhatan jamaah tidak jauh-jauh dari perkara rumah tangga, anak-anak, ekonomi, keseharian dan kesehatan,” terangnya.

Ia berharap seluruh hajat dan doa yang dipanjatkan jemaah mendapatkan jalan keluar terbaik dari Allah SWT.

Terlebih seluruh rangkaian haul dilaksanakan sebagai sarana berdoa dan memohon keberkahan.

“Semoga dengan keberkahan kegiatan ini, semua curhatan mereka dijaga Allah dan diberikan jalan keluar yang terbaik,” imbuh Gus Ferry.

Baca Juga: Antusias Jamaah dari Luar Kota Padati Haul Gus Miek, Cirebon hingga Kalimantan Hadir

Pada malam puncak haul, belasan ribu jemaah padati area makam di Ploso.

 Mereka mengikuti pembacaan amalan Dzikrul Ghofilin yang merupakan amalan susunan Gus Miek sejak 1962.

 Setelah pembacaan zikir, acara dilanjutkan dengan mauidzah hasanah atau siraman rohani oleh Gus Sabuth.

Gus Ferry menjelaskan, Dzikrul Ghofilin saat ini telah diamalkan secara luas oleh jamaah di berbagai daerah Indonesia.

 Pengamalnya tersebar mulai Sumatera hingga Papua. Bahkan, PBNU telah meminta izin untuk memasukkan amalan tersebut ke dalam aplikasi resmi NU Online.

“Pengamal Dzikrul Ghofilin sekarang sudah merata hampir di seluruh daerah. Dari Sumatera sampai Papua ada,” jelasnya.

Peringatan haul Gus Miek juga digelar para jamaah di berbagai daerah. Namun puncak kegiatan tetap dipusatkan di Ploso, Kabupaten Kediri, yang menjadi tujuan utama para peziarah.

Sementara itu, kepada para jemaah, Gus Ferry berpesan agar tidak hanya semangat memulai amalan.

Baca Juga: Antusias Jamaah dari Luar Kota Padati Haul Gus Miek, Cirebon hingga Kalimantan Hadir

 Tetapi juga mampu menjaganya secara istiqamah. Menurutnya, konsistensi dalam beribadah menjadi salah satu pesan penting yang diwariskan Gus Miek kepada para pengikutnya.

“Memulai suatu amalan itu mudah. Yang sulit adalah istiqamah. Semoga seluruh jamaah Dzikrul Ghofilin diberikan kemudahan untuk terus istiqamah,” pesan Gus Ferry.

Salah seorang jamaah asal Kabupaten Sampang, Madura Edi Sucipto, mengaku datang bersama lima rombongan bus.

Mereka berangkat sejak pagi untuk mengikuti rangkaian haul dan pembacaan Dzikrul Ghofilin. Selain untuk berziarah, kedatangannya juga bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencari keberkahan.

“Tujuan saya ke sini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan ngalap berkah. Hampir setiap tahun saya datang,” tandas Edi. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#gus ferry #kh chamim thohari djazuli #Gus Sabuth #gus miek #ploso