Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Hanya Kiai Nakal, Yakuza Maneges Pimpinan Gus Thuba Juga Siap Usut Pejabat Korup

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:57 WIB
Yakuza Maneges saat deklarasi pada Mei 2026 lalu. (Dokumen Yakuza Maneges)
Yakuza Maneges saat deklarasi pada Mei 2026 lalu. (Dokumen Yakuza Maneges)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Organisasi Yakuza Maneges yang dipimpin oleh Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba tidak hanya berfokus pada pengusutan kasus asusila di lingkungan pesantren.

Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk menindak berbagai bentuk penyelewengan lainnya, termasuk tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum pejabat daerah. 

Untuk diketahui, kiprah organisasi Yakuza Maneges belakangan ini menyita perhatian publik lewat keberhasilannya mengungkap sejumlah kasus asusila yang melibatkan oknum tokoh agama.

Namun, organisasi yang dideklarasikan pada Mei 2026 ini ternyata memiliki jangkauan misi yang jauh lebih luas.

Gus Thuba, pimpinan sekaligus inisiator Yakuza Maneges, menegaskan bahwa radar investigasi timnya tidak memandang bulu dan tidak eksklusif hanya menyasar oknum ulama.

Berbagai bentuk penyelewengan tatanan sosial, termasuk kejahatan jabatan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah, masuk dalam target pengawasan mereka.

Gus Thuba menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat mengenai oknum aparatur pemerintah yang nakal juga akan ditindaklanjuti dengan serius.

Baca Juga: Yakuza Maneges, Cara Gus Thuba Merangkul yang Terpinggirkan dan Membongkar yang Batil

"Tidak dikira khusus ulama saja. Misalnya ada laporan Kades korupsi, selagi ada laporan yang jelas dan saya punya datanya sedikit saja, nanti saya perdalam dan langsung saya usut," tegas cucu dari KH Chamim Thohari Djazuli atau Gus Miek itu.

Langkah pengusutan ini akan langsung dieksekusi selama tim Yakuza Maneges memegang bukti permulaan yang cukup.

Menurutnya, jika terdapat laporan mengenai Kepala Desa (Kades) atau pejabat daerah yang melakukan korupsi atau pelanggaran hak, tim investigasi akan langsung bergerak untuk memperdalam data.

Tim di lapangan, yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah, bertugas mencari fakta, mendekati korban, dan mengamankan spionase di area target.

Informasi digali dari berbagai sumber, mulai dari aduan masyarakat, temuan tim internal, hingga laporan yang masuk melalui akun resmi media sosial organisasi.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#yakuza maneges #gus thuba #gus miek #korupsi #asusila