Kegiatan yang menyedot perhatian warga tersebut digelar di kompleks Pondok Pesantren Al Ihsan Jampes Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo pada Rabu (10/6).
Ribuan jemaah itu dengan khidmat mengikuti tahlil akbar dan ziarah di makam pengarang kitab Sirajut Thalibin.
Ketua Panitia Haul Ahmad Taftazani mengatakan, jemaah yang ikut haul diperkirakan lebih dari 10 ribu orang.
Estimasi itu didasarkan pada konsumsi yang disiapkan panitia. Sebanyak 10 ribu nasi bungkus yang disediakan seluruhnya habis dibagikan kepada jemaah.
“Tidak semua jemaah mengambil konsumsi, sehingga jumlah yang hadir kemungkinan lebih dari 10 ribu orang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan haul berangkat dari tradisi dalam Islam yang mengajarkan pentingnya mendoakan orang tua, leluhur, dan para pendahulu yang telah wafat.
Karena itu, setiap tahun keluarga, santri, alumni, dan masyarakat berkumpul untuk mengirim doa kepada Syekh Ihsan.
“Haul ini sebagai bentuk bakti dan doa kepada para pendahulu. Salah satu ciri anak saleh adalah mendoakan orang tua dan leluhurnya yang sudah mendahului,” ujarnya.
Menurut dia, haul yang awalnya hanya dilaksanakan secara sederhana di lingkungan keluarga kini berkembang menjadi kegiatan besar yang melibatkan ribuan santri, alumni, dan masyarakat.
Selain mendoakan Syekh Ihsan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa serta meneladani perjuangan Syekh Ihsan dalam menyebarkan ilmu agama.
Haul Syekh Ihsan awalnya hanya dilaksanakan secara sederhana di lingkungan keluarga. Namun sejak sekitar 1979 mulai melibatkan alumni dan masyarakat luas hingga berkembang menjadi agenda tahunan yang selalu dipadati jemaah.
“Kegiatan ini bentuk dari hormat pada ulama dan guru,” jelasnya.
Haul tahun ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi tahlil bersama santri dan alumni. Sedangkan puncak kegiatan digelar pada malam 25 Dzulhijjah (10/6) dengan tahlil akbar di makam Syekh Ihsan yang dilanjutkan mauidhoh hasanah atau ceramah agama.
Salah seorang jemaah, M Musofa, 70, warga Pakisaji, Malang, mengaku datang bersama rombongan satu bus. Sebelum ke Jampes, rombongannya terlebih dahulu berziarah ke sejumlah makam ulama di Jawa Timur.
“Kami datang untuk ngalap berkah, mencari karomah dan menghormati para ulama,” jelas laki-laki yang setiap tahun selalu ikuti haul Syekh Ihsan itu.
Editor : Andhika Attar Anindita