KEDIRI, JP Radar Kediri– Lonjakan hama dan penyakit tanaman selama musim kemarau perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan ada lonjakan populasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Kondisi itu diperparah dengan fenomena atmosfer yang menyebabkan kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari sebelumnya.
Cuaca panas dan terik dinilai dapat mempercepat perkembangbiakan beberapa jenis hama.
Korelasi kuat antara fenomena cuaca dengan tingkat serangan hama di lahan pertanian itu juga dibenarkan BMKG Kediri.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha mengatakan, fenomena El Nino tahun ini memicu penurunan curah hujan secara drastis. Bagi sektor agrikultur, dampaknya bisa merata dari hulu hingga ke hilirnya.
"Kondisi ini mengurangi ketersediaan air untuk tanaman, sehingga produktivitas padi dapat menurun drastis. Selain itu, perubahan pola hujan juga mengakibatkan pergeseran jadwal tanam, yang pada akhirnya meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman," jelas Satria.
Satria menambahkan, berdasarkan data Automatic Weather Station (AWS) Kediri yang disandingkan dengan laporan OPT Hortikultura periode 2020–2024, terungkap pola yang jelas mengenai serangan penyakit pada tanaman. Utamanya virus kuning.
Di kondisi seperti ini, kasus infeksi virus kuning pada tanaman hortikultura cenderung meningkat tajam.
Di periode ini, curah hujan sangat rendah. Selain itu, kondisi kering sangat mendukung perkembangbiakan kutu kebul.
Yakni, serangga yang dikenal sebagai vector atau pembawa virus kuning.
Kutu kebul dapat berkembang biak secara maksimal pada suhu sekitar 32,5°C dengan tingkat kelembapan udara di kisaran 80–85%. Cuaca terik khas kemarau di Kediri sangat memenuhi syarat ini.
Menurut Satria, jika cuaca panas menjadi katalis perkembangbiakan hama, sebaliknya, hujan justru bertindak sebagai agen pengendali alami.
"Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan berlangsung selama beberapa minggu secara efektif dapat menekan populasi kutu kebul. Tergerusnya populasi serangga ini secara langsung akan mengurangi risiko penyebaran virus kuning pada tanaman,” jelasnya, terkait peran vital curah hujan dalam menekan populasi vektor penyakit ini.
Editor : Andhika Attar Anindita