Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gus Thuba Rangkul Berbagai LSM dan Ormas, Viral Pemasangan Stiker Yakuza di PKL Jl Dhoho: Gus Thuba Sebut untuk Pendataan Penerima

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:06 WIB
Sosok Gus Thuba (Foto Dokumen Yakuza Maneges)
Sosok Gus Thuba (Foto Dokumen Yakuza Maneges)

 
KEDIRI, JP Radar Kediri – Viral pemasangan stiker Yakuza Maneges pada sejumlah gerobak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho beberapa waktu lalu memunculkan beragam tanggapan di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Thuba Topo Broto Maneges alias Gus Thuba sang pendiri Yakuza Maneges menegaskan kegiatan tersebut bukan bentuk pungutan maupun upaya menguasai pedagang.

Melainkan bagian dari pendataan komunitas yang akan dilibatkan dalam kegiatan sosial, termasuk penyaluran bantuan sembako.


Menurut dia, pemasangan stiker dilakukan setelah berkoordinasi dengan sejumlah paguyuban pedagang. Stiker tersebut menjadi penanda bagi pedagang yang masuk dalam jaringan binaan Yakuza sehingga lebih mudah dijangkau saat ada kegiatan sosial maupun bantuan kemasyarakatan.


"Yang saya tempeli stiker itu juga yang kemarin mendapatkan bantuan sembako. Nantinya mereka juga akan dilibatkan dalam kegiatan sosial lainnya," ujar putra dari KH Agus Tijani Robert Saifunnawas alias Gus Robert itu.


Gus Thuba mengakui muncul kekhawatiran di tengah masyarakat karena pemasangan stiker tersebut dikaitkan dengan praktik premanisme atau pungutan liar.

Namun, dia memastikan tidak ada iuran maupun kewajiban pembayaran yang dibebankan kepada pedagang yang menerima stiker.

Baca Juga: Yakuza Maneges, Cara Gus Thuba Merangkul yang Terpinggirkan dan Membongkar yang Batil
Sebaliknya, dia mengaku sengaja membangun komunikasi dan merangkul berbagai organisasi masyarakat maupun LSM di Kediri agar keberadaannya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya tindakan yang merugikan pedagang kecil.


Dia menyebut hubungan baik yang terjalin dengan berbagai organisasi diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling menghormati sehingga tidak ada pihak yang bertindak semena-mena kepada pedagang kaki lima.

Bahkan, jika menemukan adanya praktik pungutan atau tindakan yang memberatkan pedagang kecil, dirinya mengaku siap turun langsung untuk menegur pihak terkait.


"Kalau ada yang sampai melakukan premanisme atau menarik pungutan ke pedagang kecil, tentu tidak bisa dibenarkan. Saya justru merangkul semua organisasi supaya bisa bersama-sama menjaga dan membantu masyarakat," tegasnya.


Menurut Gus Thuba, keberadaan komunitas Yakuza ke depan tidak hanya sebatas wadah silaturahmi, tetapi juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kegiatan sosial.

Selain penyaluran sembako, berbagai program kemanusiaan dan bantuan kepada masyarakat kecil juga direncanakan melibatkan para pedagang yang telah terdata melalui komunitas tersebut.

Editor : Andhika Attar Anindita
#gus robert #yakuza maneges #gus thuba #gus miek