Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wanti-wanti Puncak Kemarau, BPBD Kabupaten Kediri Minta Warga Bijak Gunakan Air dan Waspada Karhutla

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:49 WIB
ilustrasi kekeringan.
ilustrasi kekeringan.

KEDIRI, Radar Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau panjang tahun 2026.

Ancaman kekeringan meteorologis yang berpotensi memicu krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus utama mitigasi bencana tahun ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno mengungkapkan, pemkab telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 300.2.3/3/418.07/2026 terkait kewaspadaan tersebut.

Edaran ini merupakan tindak lanjut langsung dari Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan prediksi, beberapa daerah akan mengalami kondisi sangat kering saat kemarau ini. Kekeringan meteorologis ini dampaknya beruntun, mulai dari menyusutnya cadangan air permukaan dan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, hingga tingginya potensi kebakaran semak, hutan, dan perumahan," jelas Djoko kepada JP Radar Kediri.

Untuk menekan dampak bencana hidrometeorologi tersebut, Djoko telah meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga Kepala Desa/Lurah untuk turun ke lapangan dan mengedukasi masyarakat. Langkah pertama yang ditekankan adalah penghematan air bersih.

Baca Juga: Waspadai Potensi El Nino pada Musim Kemarau 2026, BMKG Kediri Waspadai Hal Ini

"Kami mengimbau warga agar menggunakan sumber air sehemat mungkin, sesuai kebutuhan sehari-hari saja. Kepada para petani, kami juga sarankan untuk mulai membudidayakan tanaman pertanian yang tidak membutuhkan banyak pasokan air," urainya.

Lebih lanjut, Djoko mendorong adanya langkah antisipasi teknis di tingkat desa, seperti pembuatan sumur bor, pemanfaatan embung atau lahan tampungan air, serta memberikan perlindungan maksimal terhadap sumber-sumber air bersih yang masih tersedia.

Selain krisis air, ancaman si jago merah juga menjadi atensi khusus BPBD. Djoko dengan tegas mewanti-wanti warga agar menghentikan kebiasaan lama membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

"Kondisi kering sangat rawan memicu api cepat membesar, apalagi jika dekat permukiman. Tolong jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan kering. Sebagai langkah antisipasi dini, setiap lingkungan wajib menyediakan alat pemadam sederhana," tegas pria yang akrab disapa Djoko ini.

Guna memastikan kesiapan di tingkat bawah, BPBD sebelumnya juga telah menginstruksikan para Camat untuk melakukan identifikasi dan memetakan desa-desa yang rawan kekeringan air bersih maupun kekeringan pertanian.

Baca Juga: Awas, Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering, BPBD Kediri Imbau Waspadai Potensi Bencana Pancaroba

Di saat yang sama, seluruh personel, peralatan, bahan, dan logistik kebencanaan diinstruksikan dalam status siaga on call.

Pemantauan (groundcheck) lapangan akan terus diintensifkan. Djoko berharap partisipasi aktif masyarakat jika mendapati potensi bencana di sekitarnya.

"Apabila masyarakat menemui kondisi kegawatdaruratan, entah itu krisis air ekstrem atau kebakaran, segera koordinasi dan hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Kediri di nomor 0852-5918-6866 agar bisa segera kami tangani," pungkasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#b[bd #kekeringan #pemkab kediri #kemarau panjang