KEDIRI, JP Radar Kediri - Perbaikan Jembatan Kaliombo I yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri memang tidak selalu berjalan mulus. Ada kendala-kendala yang harus dilalui. Salah satunya adalah parapet atau dinding jembatan yang menempel di tembok rumah warga.
“Jadi ini masih konsultasi ya dengan dinas terkait. Kan ada parapet itu nempel di tembok penduduk, tembok rumah,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Timur Mahatma Manurung.
Adanya parapet yang menempel di rumah warga ini membuat pihaknya tidak bisa langsung melakukan pembongkaran. Perlu ada komunikasi dengan lurah maupun warganya terlebih dahulu. Jika mereka menerima maka petugas lapangan bisa langsung membongkarnya. Tetapi jika tidak maka mau tidak mau harus menunggu sampai ada kesepakatan antar pihak terkait.
“Jadi kemarin kami sudah komunikasi dengan lurah, mudah-mudahan warga menerima sih. Kalau menerima itu agak mudah untuk mempercepat pembongkarannya,” ucap Mahatma.
Tak berhenti di situ saja, pihaknya juga menemui kendala keberadaan kabel optik di bagian bawah jembatan. Yang membuatnya harus berkoordinasi dengan Telkomsel dan PDAM agar tidak terkena imbasnya.
Diakuinya proses pembongkaran membutuhkan proses. Petugas di lapangan harus membongkar secara pelan-pelan sembari mencari jaringan-jaringan atau utilitas yang bersangkutan dengan instansi lain.
“Tapi itu sih tidak bisa langsung digeratak kayak membongkar sesuatu. Kami pelan-pelan cari jaringan-jaringan yang memang utilitas lain bersangkutan dengan intansi lain,” paparnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kendala ini beberapa ada yang bisa langsung diselesaikan. Namun tak memungkiri ada yang membutuhkan waktu terlebih dahulu untuk negosiasi.
Misalnya persoalan kabel optik itu, ketika petugas berkoordinasi dengan stakeholder terkait, langsung ada perwakilan yang melakukan survey. Sehingga titik-titik mana saja yang perlu dilakukan pembongkaran secara pelan-pelan sudah diketahui.
Baca Juga: Semprit Kendaraan Berat Lewat Jalur Alternatif Imbas Penggantian Jembatan Kaliombo I Kota Kediri
“Selama ini berjalan bagus (koordinasi, Red). Cuma memang yang parapet ini kemarin belum ada laporan sampai dimana warga menerima tidaknya untuk dibongkar itu,” ungkapnya Mahatma.
Persoalan parapet ini memang cukup krusial. Itu mengingat ketika dilakukan pembongkaran pasti akan menganggu sedikit dari bangunan rumah warga. “Pastinya gitu kan. Itu nempel sekali, kan nggak ada pembenahan, kami membenahi parapet juga kan. Kemudian ada abutment di situ, yang paling tidak mengganggu sedikit dari bangunan itu,” tandasnya.
Dia menegaskan bahwa pengerjaan perbaikan jembatan ini benar-benar dilakukan secara hati-hati. Yang memang bisa dilakukan maka akan dikerjakan. “Tetapi jika ada sedikit hambatan maka akan dikomunikasikan dan disosialisasikan terlebih dahulu,” pungkas Mahatma.
Baca Juga: Kaliombo I Kediri Dibongkar, Macetnya di Mana-Mana, Ini Alasan Perbaikan Membutuhkan Waktu Lama!
Seperti yang diberitakan, perbaikan Jembatan Kaliombo I diprediksi berlangsung selama sekitar tujuh bulan. Meski demikian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengaku akan melakukan percepatan. Proyek dari Pusat itu ditargetkan bisa selesai Oktober nanti.
Terkait komitmen BBPJN untuk melakukan percepatan proyek itu bisa dilakukan dengan penambahan waktu dan tenaga kerja. Meski demikian, dia menyebut proyek tidak akan berjalan selama 24 jam. Melainkan hanya 12 jam saja.
Lalu mengenai tenaga kerja yang akan dilibatkan di proyek, tidak menutup peluang untuk melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kasar. Jumlahnya bisa mencapai belasan orang.
Editor : Mahfud