KEDIRI, JP Radar Kediri– Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji Kabupaten Kediri. Dua jemaah asal Kabupaten Kediri dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Keduanya tutup usia akibat kondisi kesehatan yang terus menurun saat melaksanakan ibadah haji.
Seluruh proses penanganan jenazah hingga pemakaman telah diselesaikan di Arab Saudi. Keluarga kedua jemaah pun telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi melalui Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Mahfudzia Afindis mengatakan, dua jemaah yang meninggal dunia adalah Arif Setiawan, 63, warga Dusun/Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, serta Khoirun Nimah, 53, warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten.
Keduanya berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda. Arif Setiawan tergabung dalam Kloter SUB 110.
Baca Juga: Tiba di Tanah Suci, Ribuan Jemaah Haji Kediri Raya Mulai Fokus Beribadah di Makkah
Sedangkan Khoirun Nimah tergabung dalam Kloter SUB 109. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, mereka sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Alhamdulillah keluarga sudah menerima dan ikhlas. Untuk proses pengurusan jenazah sampai pemakaman juga sudah selesai dilaksanakan di sana," ujar pria yang akrab disapa Afin itu.
Afin menambahkan, Khoirun Nimah diketahui memiliki riwayat kanker usus. Selama berada di Tanah Suci, kondisi kesehatannya terus menurun hingga harus mendapatkan perawatan di RSAS King Abdul Aziz Hospital.
Sayangnya, upaya medis yang dilakukan belum mampu menyelamatkan nyawanya hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (6/6).
Sementara itu, Arif Setiawan yang tergabung dalam rombongan 7 regu 26 di kloternya, mulai mengalami keluhan nyeri perut dan sesak napas pada 4 Juni lalu. Awalnya, istrinya menghubungi dokter sektor untuk meminta bantuan penanganan.
Setelah menjalani pemeriksaan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Arif dirujuk ke King Faisal Hospital Makkah, sebelum akhirnya dipindahkan ke King Abdullah Medical City Specialist Makkah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Memasuki Puncak Ibadah, Jemaah Haji Kota Kediri Bergerak ke Arafah
Berdasarkan laporan petugas kesehatan haji, Arif sempat direncanakan menjalani tindakan medis berisiko tinggi terkait gangguan jantung yang dideritanya.
Namun, tindakan tersebut tidak jadi dilakukan dan pasien menjalani terapi konservatif.
"Pada Sabtu malam (6/6) pukul 20.55 waktu Arab Saudi, petugas menerima laporan bahwa Arif telah meninggal dunia," jelas Afin.
Berdasar hasil pemeriksaan medis, penyebab langsung kematian Arif adalah syok kardiogenik yang dipicu serangan jantung akut.
Mendiang juga memiliki riwayat penyakit jantung iskemik kronis, hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi.
"Kami turut berdukacita atas jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Semoga amal baiknya diterima di sisi-Nya," pungkas Afin.
Editor : Andhika Attar Anindita