KEDIRI, JP Radar Kediri – Waktu penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri tinggal dua pekan lagi.
Namun, pembangunan gedung belum tuntas. Kekurangannya masih di atas 15 persen.
Meski demikian, pihak kontraktor masih merasa optimistis. Mereka yakin proyek dapat rampung sesuai target pada 20 Juni mendatang.
Deputi Project Manager Nindya Karya–SSPS KSO Eko Prastyo mengatakan, bangunan utama ditargetkan sudah dapat berfungsi sebelum batas waktu yang ditentukan. Karena itu, percepatan terus dilakukan di berbagai sektor pekerjaan.
“Progres pekerjaan per kemarin sudah 81,24 persen. Gedung dan fungsi memang kami targetkan bisa berfungsi sebelum 20 Juni,” dalihnya.
Menurut Eko, saat ini sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah selesai dan pengerjaan mulai bergeser pada tahap penyempurnaan.
Baca Juga: 8.000 Lowongan Guru Sekolah Rakyat 2026, Ini Syarat Lengkapnya!
“Sekarang lebih banyak pekerjaan perapian dan penyelesaian akhir,” jelasnya.
Meski waktu tersisa relatif singkat, pihaknya memastikan bisa rampung sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Untuk mengejar sisa pekerjaan, kontraktor melakukan percepatan dengan menambah tenaga kerja, material, serta peralatan pendukung di lapangan.
“Material kami datangkan semua, alat juga kami tambahkan. Yang paling utama memang penambahan manpower,” jelasnya.
Saat ini jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proyek mencapai sekitar 1.068 orang. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga mendekati tenggat waktu.
Secara keseluruhan, tenaga kerja yang terlibat diproyeksikan bisa mencapai sekitar 1.200 orang.
Penambahan tenaga kerja difokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan kawasan atau landscape.
Sebab, bangunan utama sudah mendekati tahap akhir sehingga kebutuhan tenaga lebih banyak diarahkan ke penataan lingkungan dan fasilitas pendukung.
“Kalau gedungnya sudah selesai, nanti tenaga kerja akan digeser untuk mengerjakan kawasan. Jadi penambahan terbesar memang di pekerjaan landscape dan kawasan,” ungkap Eko.
Selain pekerjaan fisik bangunan, proses pengisian interior juga mulai berjalan. Furnitur untuk kebutuhan sekolah dan asrama telah berdatangan dan sebagian sudah ditempatkan di dalam ruangan.
Saat ini pekerjaan lebih banyak berupa pemasangan dan penataan di masing-masing gedung.
“Furnitur sudah mulai masuk ke beberapa ruangan. Secara keseluruhan pengadaannya sudah selesai, tinggal instalasi dan penempatan,” jelasnya.
Dengan progres yang terus bergerak dan tambahan sumber daya di lapangan, pihak kontraktor tetap optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Apalagi sebagian bangunan utama sudah memasuki tahap akhir pengerjaan.
“Insyaallah sebelum tanggal 20 Juni bisa selesai dan siap untuk diserahterimakan,” tegasnya. (sad/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita