KEDIRI, JP Radar Kediri–Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK di Kediri Raya dipastikan akan berlangsung ketat. Hingga kemarin, sedikitnya ada 11 ribu siswa yang sudah mengambil personal identification number (PIN) dan bersiap mendaftar.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di website SPMB Provinsi Jatim, hingga pukul 16.00 kemarin (04/6), total ada 4.192 PIN yang sudah tertangani atau PIN yang sudah terbit. Adapun kuota yang terisi mencapai 5.195. Adapun di Kabupaten Kediri total ada 7.609 PIN yang tertangani, dan total 10.603 kuota yang terisi.
Hingga kemarin sore, jumlah PIN yang sudah terbit sebanyak 11.801. Jika seluruh kuota yang sudah terisi bisa tertangani hingga tadi malam, jumlah siswa yang mendapat PIN sebanyak 15.798 siswa. Jumlah pengambil PIN masih akan terus bertambah karena siswa bisa melakukan pengambilan hingga Rabu (Selasa (9/6) nanti.
Baca Juga: Wabup: SPMB Harus Bebas Titipan, Data Tidak Sinkron Langsung Ditolak oleh Sistem, Ini Alasannya!
“(Jumlah pengambil PIN) masih bergerak terus,” kata Kacabdindik Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMK Sidik Purnomo.
Jumlah PIN yang terverifikasi, lanjut Sidik, akan berubah setiap waktu. Siswa bisa memantau perkembangannya di website SPMB Jawa Timur. Baik untuk pendaftar SMA dan SMK di Kota, serta Kabupaten Kediri.
Untuk diketahui, proses pengambilan PIN berlangsung sejak Jumat (29/5) lalu. Di sejumlah SMA, pengambilnya mencapai ratusan siswa. Salah satunya di SMAN 1 Kota Kediri.
Baca Juga: Pemkab Kediri Deklarasikan SPMB 2026, Penerimaan Murid Baru Resmi Dibuka
“Sampai Kamis (4/6) pukul 11.21, PIN yang sudah diterbitkan ada sejumlah 375. Ini masih bisa bertambah,” kata Kepala SMAN 1 Kota Kediri Arif Syah Putra sembari menyebut jumlah antrean ada 495 anak.
Ratusan siswa yang belum mendapat PIN, menurut Arif karena beberapa kendala. Di antaranya, siswa tidak bisa hadir di sekolah karena ada acara perpisahan. Ada pula yang berkasnya kurang lengkap. Hingga siswa yang belum melampirkan surat sehat untuk pendaftar SMK.
“Juga ada kasus titipan KK (kartu keluarga, Red). Itu terdeteksi ketika nama orang tua yang tercantum dalam KK berbeda dengan identitas yang ada di rapor,” jelas Arif.
Baca Juga: Mulai Ambil PIN tapi Banyak Yang Belum Paham Juknis SPMB SMA/SMK 2026, Ini Kata Cabdindik Kediri!
Terkait data KK yang berbeda, menurut Arif, masih ada beberapa yang bisa dibenahi. Dia mencontohkan siswa yang ikut neneknya lebih dari setahun, bisa menambahkan nama nenek sebagai wali.
Yang tidak bisa dicarikan solusi, jelas Arif, adalah siswa yang nama orang tua di KK dan rapor berbeda dengan masa kurang dari satu tahun. “Kalau yang seperti ini tidak bisa (dibenahi),” tuturnya.
Sementara itu, pembaruan sistem yang terjadi saat siswa mengambil PIN sempat menimbulkan keresahan siswa yang mengantre. Seperti dialami oleh Sri Yuliani, warga Kelurahan Dermo, Mojoroto yang kemarin mengambil PIN di SMAN 1 Kediri.
Saat proses upload berkas dan pengambilan nomor antrean, dia mengaku sempat mengalami kendala. “Agak trouble mungkin karena banyak yang mengakses,” ungkap Sri.
Mendapati kendala tersebut, Sri meminta anaknya untuk berganti ponsel dan memilih waktu pada tengah malam. Seperti halnya waktu salat Tahajud. “Alhamdulillah bisa karena jam segitu pasti yang akses sedikit,” tandas Sri tersenyum.
Terkait sistem yang sering error, diakui Arif hal tersebut memang jadi kendala tersendiri. Jika seharusnya petugas bisa melakukan verifikasi berkas, mereka terpaksa harus menunggu hingga sistem kembali berjalan normal.
“Cuma selama ini pembaruan sistem hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jadi Insya Allah semua masih bisa berjalan aman dan lancar,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita