KEDIRI, JP Radar Kediri—Meski orang tua kandung memilih untuk menelantarkannya, bayi perempuan yang dibuang di persawahan Dusun Baba’an, Desa Tugurejo, Ngasem, agaknya akan segera mendapat orang tua baru.
Setidaknya, ada tujuh warga Kediri yang menyatakan ingin mengadopsi bayi malang itu.
Dari tujuh orang yang ingin mengadopsi bayi, sebanyak empat orang di antaranya langsung datang ke kantor dinas sosial (dinsos).
Adapun tiga lainnya menghubungi melalui telepon. Kepala Dinsos Kabupaten Kediri Subur Widono melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri Sri Pancawati mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap nasib bayi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan itu.
Namun, proses adopsi tidak bisa dilakukan secara langsung. Melainkan harus menunggu sejumlah tahapan. “Nanti ada tahapannya (untuk adopsi,” kata perempuan yang akrab disapa Panca itu.
Bagaimana dengan tujuh warga Kediri yang ingin mengadopsi bayi tersebut? menurut Panca mereka harus mengikuti prosedur resmi yang berlaku.
Masyarakat, tuturnya, tidak bisa langsung mengajukan pengasuhan bayi. Namun, calon orang tua angkat diwajibkan mendaftar melalui sistem adopsi yang dikelola Panti Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) di Sidoarjo.
Selanjutnya, mereka juga harus menunggu hingga bayi dinyatakan siap untuk diadopsi sesuai ketentuan yang berlaku. “Yang ingin adopsi harus mendaftarkan diri di link adopsi milik PPSAB dan menunggu bayi siap adopsi,” terangnya.
Seperti diberitakan, bayi perempuan malang itu ditemukan warga di pinggir jalan area persawahan Dusun Baba’an pada Kamis (28/5).
Hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang membuang bayi tersebut.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Eko Idya Surnawan mengatakan, saat ini orang tua yang tega membuang bayi perempuan itu masih belum diketahui. Adapun pihaknya hingga kemarin masih melakukan penyelidikan.
“Masih belum ada perkembangan lagi,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita