KEDIRI, JP Radar Kediri–Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kediri Raya serentak dimulai. Selain SPMB TK, SD, dan SMP Kota Kediri dan tahapan SPMB SMA/SMK yang dimulai lebih dulu, SPMB di Kabupaten Kediri juga dimulai kemarin. Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mewanti-wanti agar dalam pendaftaran siswa baru kali ini tidak ada praktik titipan.
Dewi mengatakan, proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara adil, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
"Deklarasi ini bentuk komitmen moral semua pihak untuk memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas diskriminasi," tegasnya mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Baca Juga: Pemkab Kediri Deklarasikan SPMB 2026, Penerimaan Murid Baru Resmi Dibuka
Di depan para pihak yang terlibat dalam SPMB 2026, Dewi juga mewanti-wanti agar tidak ada praktik titipan, pungutan liar, manipulasi data, dan bentuk penyimpangan lainnya di SPMB. Sehingga, semua anak Kabupaten Kediri mendapat kesempatan untuk mengakses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"SPMB kali ini harus bebas titipan, bebas manipulasi data dan berbagai bentuk penyimpangan lainnya. Kami juga meminta masyarakat ikut mengawasi," pinta Dewi.
Karenanya, orang nomor dua di Pemkab Kediri ini meminta para kepala sekolah dan panitia mematuhi petunjuk teknis SPMB. Selebihnya, dia menegaskan pentingnya transparansi pelaksanaan. Apalagi, sistem yang dibangun memungkinkan masyarakat memantau perkembangan pendaftaran secara terbuka.
Baca Juga: Mulai Ambil PIN tapi Banyak Yang Belum Paham Juknis SPMB SMA/SMK 2026, Ini Kata Cabdindik Kediri!
"Kalau ada kecurangan mohon segera dilaporkan melalui kanal yang sudah tersedia supaya bisa segera ditindaklanjuti. Kami ingin menjaga kepercayaan masyarakat bahwa SPMB tahun ini benar-benar transparan," tandasnya.
Kepala Dinas Pedidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, SPMB dimulai pada 8 Juni. Mulai jenjang TK, SD, dan SMP. Dengan jumlah lulusan sebanyak SD/MI sebanyak 22.500 anak, menurut Muhsin daya tampung sekolah mencapai 27.300 kursi. "Daya tampung kita lebih besar dari jumlah lulusan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan sekolah,” tutur Muhsin.
Senada dengan Dewi, Muhsin mengimbau masyarakat tidak mencari jalan pintas dengan menitipkan calon siswa kepada pihak tertentu. Dia menegaskan jika jalur penerimaan telah disiapkan sesuai ketentuan.
"Kami mengajak masyarakat percaya diri. Tidak perlu titip ke sana kemari. Daftarkan anak sesuai kemampuan dan jalur yang dimiliki," pesannya.
Sementara itu, jika SPMB di Kabupaten Kediri baru dimulai 8 Juni nanti, SPMB di Kota Kediri sudah berjalan sejak Mei lalu. Mulai hari ini (4/6) sampai besok (5/6) memasuki pendaftaran jalur prestasi akademik. Adapun Senin (8/6) hingga Selasa (9/6) nanti pendaftaran jalur prestasi hasil lomba. Selanjutnya, pada Rabu (17/6) hingga Kamis (18/7) untuk jalur prestasi karakteristik.
Terpisah, SPMB jenjang SMA/SMK memasuki tahap pengambilan dan verifikasi personal identification number (PIN). Pada hari keenam kemarin, jumlah siswa yang memverifikasi PIN di sekolah semakin banyak. Seperti di SMKN 1 Kota Kediri, puluhan siswa terlihat memverifikasi PIN di sana.
Waka Kesiswaan SMKN 1 Kota Kediri M. Ali Masrofi mengatakan, dalam verifikasi kemarin timnya masih menemukan beberapa data yang tidak sinkron. Di antaranya, data alamat di kartu keluarga (KK) dengan di rapor.
“Ini contohnya, siswa ikut KK neneknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Tetapi di rapor nama neneknya belum tertera sebagai wali jadi tidak bisa,” ujar Ali.
Menanggapi temuan itu, petugas menyarankan siswa dan bibinya untuk mengurus ke sekolah asal. Yakni di SMPN 6 Kota Kediri. Jika semula nama wali kosong, di sana diminta untuk disesuaikan menggunakan nama neneknya. “Lebih cepat (menambahkan nama wali di rapor, Red),” tuturnya.
Selain kesalahan KK tersebut, menurut Ali pihaknya juga masih menemukan praktik titip KK. Namun, data nama yang tidak sinkron tersebut langsung ditolak aplikasi. Begitu juga saat verifikator menemukan kejanggalan saat verifikasi.
“Terhitung sampai hari ini (03/6) ada tiga (kasus data KK dan rapor tidak sesuai, Red). Setelah mereka mengubah nanti harus pengajuan ulang untuk memperoleh nomor antrean di hari berikutnya,” paparnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, setiap hari SMKN 1 Kota Kediri menyiapkan 200 kuota pengambil PIN. Khusus kemarin, sedikitnya ada 100 siswa yang memadati aula.
SPMB Kabupaten Kediri:
TK
Pendaftaran jalur domisili : 8-19 Juni
SD
Pendaftaran afirmasi dan mutasi 8-10 Juni
Pendaftaran jalur domisili
11-19 Juni
SMP
Pendaftaran jalur prestasi, afirmasi dan mutasi
8-10 Juni
Pendaftaran jalur domisili dan mutasi
15,17 dam 18 Juni
SPMB Kota Kediri:
Kegiatan Jalur Prestasi
Akademik Lomba Karakteristik
Pendaftaran 04-05 Juni 08-09 Juni 17-18 Juni
Verifikasi berkas - - 22-24 Juni
Pengumuman 08 Juni 17 Juni 29 Juni
Daftar ulang 08-09 Juni 17-18 Juni 29-30 Juni
Editor : Andhika Attar Anindita