Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sopir Bus Lokal Kalah Bersaing Imbas Armada Kerap Dinilai Tak Layak, Waswas Penumpang Berkurang

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 3 Juni 2026 | 05:55 WIB
HIMALAYA AZZAHRA/JPRK ANTARKOTA: Armada bus lokal sedang berada di Terminal Tamanan Kota Kediri.
HIMALAYA AZZAHRA/JPRK ANTARKOTA: Armada bus lokal sedang berada di Terminal Tamanan Kota Kediri.

KOTA, JP Radar Kediri- Kondisi armada bus lokal yang masih beroperasi di wilayah Kediri semakin memprihatinkan.

Sejumlah bus antarkota dalam provinsi (AKDP) terlihat mulai menua dengan kondisi fisik yang kurang terawat.

Mulai dari bodi yang keropos, pendingin udara yang tidak berfungsi, hingga mesin yang kerap mengalami gangguan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin menurunkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Untung Siropati, 63, salah seorang sopir bus lokal trayek antarkota mengaku kondisi armada yang ia operasikan sebenarnya masih layak untuk perjalanan jarak dekat. 

Baca Juga: Supir Bus Harapan Jaya Segera Disidang, Ini Jadwal Sidangnya!

Menurut Untung, jumlah penumpang bus lokal terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 

Tak hanya kalah bersaing dengan kendaraan pribadi dan transportasi daring. Kondisi armada yang dinilai kurang nyaman turut menjadi alasan masyarakat enggan menggunakan bus.

“Sekarang orang maunya kendaraan yang nyaman dan cepat. Kalau bus sering rusak atau bocor saat hujan, penumpang pasti pindah,” kata Untung.

Penurunan jumlah penumpang berdampak langsung terhadap pendapatan sopir maupun perusahaan otobus.

Para sopir mengaku semakin kesulitan memenuhi target setoran yang ditetapkan perusahaan.

Bahkan untuk target harian sebesar Rp 100 ribu, sebagian sopir mengaku keberatan. Mengingat karena sepinya penumpang.

Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat. Seperti harga solar. Di lain sisi pemasukan tidak bertambah.

Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan menunda peremajaan armada yang sebenarnya sudah dibutuhkan.

Saat ini, jumlah bus lokal yang masih aktif beroperasi di Terminal Tipe A Tamanan tercatat hanya sekitar enam sampai sepuluh armada.

Meski demikian, pihak terminal memastikan seluruh bus yang beroperasi tetap berada dalam pengawasan melalui pemeriksaan berkala atau ramp check.

Kepala Terminal Tipe A Tamanan Dukut Siswantoyo, mengatakan pemeriksaan rutin dilakukan.

Baca Juga: Tindak Tegas Pengendara Bawah Umur. Ini Yang Akan Dilakukan Satlantas!

Tujuannya untuk memastikan aspek keselamatan dan kelengkapan administrasi kendaraan maupun pengemudi tetap terpenuhi.

“Semua bus yang beroperasi kami lakukan ramp check secara berkala. Jika ditemukan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti tidak memiliki Uji KIR atau izin trayek yang masih berlaku, akan diberikan sanksi berupa skorsing operasional hingga tiga hari,” tegasnya.

Selain itu, pengemudi yang terbukti mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan juga akan mendapatkan peringatan dan pemantauan khusus dari petugas terminal.

Dukut menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai laporan maupun aduan masyarakat terkait pelayanan dan keselamatan transportasi umum.

Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum di Kediri.

“Kami sangat terbuka terhadap aduan masyarakat. Semua laporan akan kami tindak lanjuti sebagai bahan evaluasi agar pelayanan transportasi umum tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (c1/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #akdp #terminal #2026 #bus