KEDIRI, JP Radar Kediri- Berbagai persiapan mulai dilaksanakan umat Buddha, sehari jelang perayaan Tri Suci Waisak, kemarin (30/5). Seperti terlihat di Vihara Jayasaccako, Kelurahan Semampir.
Beberapa umat Buddha melaksanakan pembersihan rupang-arca perwujudan Buddha Bodhisatwa- dan altar jelang detik-detik Waisak yang akan jatuh hari ini pukul 15.44.44.
Pembersihan rupang itu dilakukan oleh beberapa pengurus vihara. Umat menyapukan kain yang telah dibasahi dengan air yang dicampur kelopak-kelopak bunga.
Pembersihan itu dilakukan di area vihara serta cetiya-rumah ibadah yang lebih kecil dengan fasilitas yang lebih sedikit- yang juga masih berada di kawasan Vihara Jayasaccako.
Petugas Administrasi Vihara Jayasaccako Bagus Hendi Irawan mengatakan, peringatan Tri Suci Waisak di sana tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Tahun ini, vihara yang berbatasan dengan Desa Jongbiru itu juga mendapat kesempatan dipimpin langsung oleh seorang Bhikkhu.
Adalah Bhante Santamano Mahathera yang akan memimpin ibadah di sana.
“Persiapan di sini nanti akan ada gladi bersih. Selain itu juga bersih-bersih vihara dan patung-patungnya. Kalau bersih-bersih patungnya tidak di depan sini saja, di belakang juga ada, di cetiya,” ujar pria yang akrab disapa Hendi itu.
Untuk area vihara, sedikitnya ada empat patung yang dibersihkan. Setelah pembersihan selesai dilakukan, umat akan melanjutkan dengan gladi bersih. Termasuk penataan altar yang akan digelar pagi ini.
Baca Juga: Suara Bel Tandai Puncak Perayaan Waisak, Puluhan Umat Buddha di Kediri Khusyuk Berdoa
“Persiapan ini sudah kami mulai sejak satu minggu yang lalu. Jadi besok tinggal penataan altar,” ungkapnya.
Adapun detik-detik Waisak 2570 BE tahun ini akan jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, pukul 15.44.44 WIB. Mulai pukul 15.00, umat akan bersiap melaksanakan puja bakti.
Umat akan berkumpul di area utama untuk melaksanakan sembahyang puja bakti tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pradaksina atau berjalan kaki mengelilingi vihara searah jarum jam. Prosesi itu merupakan bentuk penghormatan kepada sang Buddha.
“Nanti sekitar pukul 15.44 itu detik-detiknya. Setelah itu akan mengelilingi vihara sebanyak tiga kali,” terang Hendi.
Among Bhikkhu Vihara Jayasaccako Yudi Candavamso menambahkan, sedikitnya ada empat patung di altar utama yang disucikan kemarin. Selain membersihkan patung, beberapa ornamen juga dicek fungsinya. Di antaranya seperti lampu-lampu yang ada di area altar.
Yudi menerangkan, Tri Suci Waisak menjadi pengingat bagi umat Buddha atas tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama. Yakni, hari kelahiran sang Guru Agung.
Kemudian, tercapainya pencerahan atau kesempurnaan sebagai Buddha. Serta, memperingati Parinibbana atau wafatnya sang Buddha Gautama. Dan hari ini menjadi momen bagi umat untuk merefleksikan dan merenungi kasih dan kebijaksanaan sang Buddha.
“Nanti jelang detik-detiknya, kami duduk untuk meditasi dan memusatkan pikiran kepada sang Guru Agung,” tandas Yudi. (ais/fud)
Editor : Ayu Ismawati