JP Radar Kediri- Warga Dusun/Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten memasang belasan spanduk bernada protes. Itu semua mereka layangkan karena jalan rusak yang tak kunjung mendapatkan perbaikan.
Spanduk tersebut telah terpasang selama satu minggu ini di sepanjang sisi jalan sekitar 1 km. Kondisi jalan yang banyak berlubang hingga menyisakan bebatuan saja dinilai mengganggu aktivitas warga. Terlebih, jalan itu merupakan akses utama warga menuju jalan raya Pare-Wates sekaligus jalur penghubung menuju sekolah.
“Sejak dulu rusak, tapi paling parah ya 2 tahun terakhir ini. Tidak nyaman dilewati,” ungkap Tutik, warga setempat. Tutik mengatakan jalan tersebut selama ini hanya sering diuruk. Bukan diperbaiki secara menyeluruh. Apalagi, jalanan banyak dilalui truk bermuatan besar sehingga membuatnya cepat rusak.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Sumberagung membenarkan bahwa jalan itu memang dalam kondisi rusak. Namun, pihak desa mengaku sudah pernah melakukan perbaikan pada bulan Juli 2023 lalu. “Sebenarnya tahun 2023 sudah pernah disemir (dipoles). Namun karena setiap hari dilalui truk pengangkut pasir bahkan ada yang kapasitasnya berlebih, jadinya cepat rusak,” ungkap Kepala Desa Sumberagung, Kadiono.
Ia menyebutkan bahwa di wilayah tersebut terdapat beberapa pelaku usaha pencucian pasir. Truk-truk pengangkut pasir yang kebanyakan berasal dari daerah lain melintas setiap hari. Dalam sehari, bisa ada sekitar 100-150 truk pasir yang lewat.
Baca Juga: Bahayakan Pengendara, Damkar Bersihkan Tumpahan Pasir di Jalanan Grogol Kediri
Selain itu, wilayah Desa Sumberagung sangat luas karena mencakup 6 dusun. Jalan-jalan di desa tersebut mayoritas berstatus jalan desa, sedangkan jalan provinsi atau kabupaten hanya sekitar 2-3 km saja. Oleh sebab itu, anggaran pembangunan harus dibagi rata ke dusun-dusun lain.
“Jadi kalau di media sosial disebut pemdes tidak pernah memperhatikan, kok sepertinya kurang tepat. Memang kondisinya seperti ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemkab Kediri Ajukan Perbaikan Puluhan Sekolah, Komitmen Majukan Dunia Pendidikan
Pemangkasan anggaran Dana Desa juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya perbaikan. Untuk menjawab keresahan warga, Pemdes berencana mengadakan musyawarah desa (musdes) dengan mengundang RT/RW, BPD, dan perwakilan warga.
“Kami akan diskusikan solusinya seperti apa. Mungkin kami juga akan mengajak masyarakat bergerak untuk melakukan antisipasi sementara, seperti menambal atau menguruk jalan dengan tanah,” pungkasnya. Pemdes menegaskan bahwa mereka juga telah merencanakan perbaikan jalan pada tahun ini, yang nantinya juga akan dibahas lebih lanjut dalam musdes tersebut.
Editor : Andhika Attar Anindita