Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Cacing Hati di Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Kediri, DKPP Kota dan Kabupaten Kediri Periksa Penyembelihan Hewan Kurban

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 28 Mei 2026 | 23:59 WIB
Petugas kurban Masjid At-Taqwa, Desa/Kecamatan Mojo bersiap menyembelih sapi kurban Presiden Prabowo. Dari hasil pemeriksaan post mortem, ditemukan cacing pada hati sapi tersebut. (Foto: Wahyu Adji)
Petugas kurban Masjid At-Taqwa, Desa/Kecamatan Mojo bersiap menyembelih sapi kurban Presiden Prabowo. Dari hasil pemeriksaan post mortem, ditemukan cacing pada hati sapi tersebut. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melakukan pemeriksaan hewan kurban yang disembelih atau postmortem.

Hasilnya, ditemukan ada cacing hati di organ dalam hewan kurban. Salah satunya dari sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kediri.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tim DKPP melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid At-Taqwa, Desa Mojo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Setelah sapi jenis Limousine Cross itu disembelih, tim langsung memeriksa kondisi daging dan organ dalam atau jeroannya,

Dari sana diketahui jika ada cacing di hati sapi. “Ada infeksi cacing hati di sebagian lobus hati,” kata Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Kediri drh Istar Abadi.

Baca Juga: Stok Hewan Kurban Surplus, Harga Kambing Anjlok! Jelang Idul Adha, Presiden Prabowo Kirim Sapi ke Kota Kediri dan Kabupaten Kediri

Lebih jauh Istar mengatakan, sebelumnya sapi dari peternak di Desa Pule, Kandat itu sudah diperiksa kondisi fisik dan klinisnya. Hasilnya, sapi dinyatakan sehat.

Dalam pemeriksaan pascapenyembelihan kemarin (27/5), tim tidak hanya memeriksa hati saja. Melainkan juga memeriksa jantung, paru-paru, ginjal, limpa, hingga organ pencernaan.

Hasilnya, seluruh organ tersebut dinyatakan baik dan layak konsumsi. Adapun organ hati yang terinfeksi cacing langsung disisihkan atau dinyatakan afkir. Ada lebih dari tujuh cacing yang ditemukan di sana.

“Kurang lebih tiga perempat organ hati terindikasi infeksi cacing hati sehingga kami afkir,” terangnya.

Temuan cacing hati pada sapi kurban Presiden kemarin sekaligus jadi alarm bahwa kondisi fisik hewan yang baik tidak menjamin sepenuhnya bebas dari parasit internal. Karenanya, pemeriksaan postmortem harus dilakukan dengan lebih teliti lagi. 

Baca Juga: Respon Istana Soal Kehalalan Sapi Kurban Presiden Prabowo yang Gunakan Dana APBN

Sapi yang terkena cacing hati, jelas Istar, biasanya bertubuh kurus dan metabolismenya terganggu. Namun, sapi bantuan Presiden yang bertubuh gemuk dan sehat itu diduga karena terpengahuh pola pemeliharaan dan pakan yang baik.

“Biasanya kalau kena cacing hati itu sapi kurus. Tapi ini sapinya luar biasa, bobotnya satu ton lebih,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Besar At-Taqwa Mojo Nur Wahid mengaku bersyukur masjidnya mendapat bantuan sapi kurban dari Presiden RI tahun ini. Sedianya, daging akan didistribusikan untuk 600 warga.

Sementara itu, pemeriksaan hewan kurban juga dilakukan oleh tim DKPP Kota Kediri. Total ada tiga tim yang turun ke sejumlah daerah di Kota Kediri. Mereka mengecek kondisi hewan sebelum disembelih dan setelah disembelih.

“Untuk pemeriksaan setelah dipotong itu, yang utama pada organ hati untuk memastikan tidak ada cacing hati. Kemudian limpa, dan paru-paru. Jadi kalau ada indikasi penyakit, dagingnya tidak boleh diedarkan ke masyarakat,” terang Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri Retno Harini.

Dari hasil pemeriksaan kemarin, hasilnya ada 13 titik penyembelihan hewan kurban yang terinfeksi cacing hati. Empat titik di antaranya didapati cacing hati pada kambing. Sisanya ditemukan pada sapi.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Lapak Hewan Kurban Musiman Mulai Menjamur

Selain temuan belasan hewan yang terinfeksi cacing hati, ada pula temuan jejak infeksi cacing pada organ hati sapi di Kelurahan Dermo, Mojoroto.

“Ini kelihatan ada bekasnya (bekas infeksi cacing, Red). Tapi ini sudah sembuh, tidak ada cacingnya. Jadi boleh dikonsumsi,” jelas Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Kota Kediri drh Pujiono, sembari menunjukkan organ hati sapi yang secara fisik nampak ada perubahan pada sebagian permukaannya.

Untuk memastikan organ sapi layak dikonsumsi, dokter hewan yang ditugaskan akan menyayat organ tersebut. Kemudian mengamati apakah ada infeksi cacing maupun gejala penyakit. Jika ditemui infeksi seperti itu, organ tersebut akan dinyatakan afkir dan tidak boleh didistribusikan kepada masyarakat.

Untuk diketahui, total ada ribuan ekor kambing dan sapi yang rencananya dipotong dalam rangkaian perayaan Idul Adha. Hingga Rabu (27/5), tim dari DKPP Kabupaten dan Kota Kediri masih merekap jumlah pastinya. (sad/ais/ut)

Editor : Andhika Attar Anindita
#prabowo #cacing hati #hewan kurban #dkpp #kurban