KEDIRI, JP Radar Kediri— Warga Dusun Baba'an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem mendadak geger pada Kamis siang (28/5). Sesosok bayi perempuan yang diduga kuat baru saja dilahirkan ditemukan telantar di area pinggir jalan persawahan setempat dalam kondisi hidup dan memprihatinkan.
Saat ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB, bayi malang tersebut bahkan masih memiliki tali pusar yang belum dipotong. Tubuhnya hanya dibalut kain seadanya menggunakan selembar sarung bantal berwarna hitam dengan motif garis-garis putih.
Aksi pembuangan bayi ini pertama kali terungkap berkat kejelian Mujianto, seorang warga Desa Karangrejo yang kebetulan sedang beraktivitas di area persawahan tersebut. Saat itu, Mujianto tengah mengumpulkan sisa-sisa padi hasil panen alias ngasak.
Di tengah teriknya matahari, perhatian Mujianto mendadak teralih oleh suara tangisan lirih yang samar-samar terdengar dari arah semak-semak di pinggir jalan sawah. Merasa penasaran sekaligus curiga, ia pun memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut.
Terkejut dengan apa yang dilihatnya, Mujianto segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak Polsek Ngasem.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas kepolisian dari Polsek Ngasem langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas medis juga segera didatangkan untuk memastikan kondisi kesehatan sang bayi.
Beruntung, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat dan responsif. Untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif, petugas langsung mengevakuasi bayi tersebut ke Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (RS SLG) Kediri.
Kapolsek Ngasem Ipda Heri Priyadi membenarkan adanya peristiwa penemuan bayi perempuan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan bayi, sembari mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. "Bayi sudah berhasil dievakuasi dan saat ini berada di RS SLG untuk mendapatkan perawatan medis yang layak," jelas Ipda Heri.
Terkait siapa dalang di balik tindakan tidak terpuji ini, Ipda Heri menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas orang tua kandung yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
"Identitas terlapor atau pelaku pembuangan hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian," pungkas Heri.
Kasus penemuan bayi ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polsek Ngasem bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri. Polisi mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau mencurigai adanya warga yang baru melahirkan namun kehilangan bayinya untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. (c2)
Editor : Andhika Attar Anindita