KEDIRI, JP Radar Kediri-Kontraktor pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri berkejaran dengan waktu.
Pasalnya, hingga kemarin progres fisik gedung baru mencapai 64 persen. Padahal, proyek strategis nasional itu ditarget mulai beroperasi paling lambat pada 20 Juni mendatang.
Untuk mengecek perkembangan proyek, kemarin (25/5) Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengunjungi lokasi proyek di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto tersebut. “Tadi (25/5) kami lihat saat ini (fisik) sudah 64 persen,” kata Vinanda yang kemarin.
Meski harus mengejar deadline penyelesaian proyek sebelum 20 Juni, Vinanda tetap meminta agar mereka menjaga kualitas bangunan. Sebab, kompleks gedung di sana akan digunakan untuk belajar ratusan anak Kota Kediri. Dengan gedung yang baik, Vinanda optimistis kualitas hidup anak-anak yang belajar di sana juga bisa lebih baik.
Dalam kesempatan kemarin, Vinanda juga berbincang dengan kontraktor terkait sisa waktu yang kurang dari sebulan. “Mereka siap untuk selesai pada 20 Juni. Kami sudah minta kalau janjinya tanggal 20, ya harus ditepati. Harus dipastikan juga bahwa sarpras (sarana prasarana) dan kualitas bangunannya maksimal,” lanjutnya.
Pemkot Kediri, jelas Vinanda, akhir Mei ini juga menindaklanjuti arahan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjangkau calon siswa. Dengan jumlah siswa potensial 1.100 anak di desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemkot akan memilih 270 anak yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut.
Terpisah, Project Manager Sekolah Rakyat Kota Kediri Yolanda Faricha menambahkan, pihaknya punya waktu 28 hari untuk menyelesaikan pembangunan. Dengan sumber daya yang ada, dia masih optimistis pembangunan bisa selesai tepat waktu.
“Terkait resource, untuk material alhamdulillah kebutuhan untuk SR Kota Kediri sudah terpenuhi. Mungkin belum semua (progres material, Red) masih di 95 persen. Tapi untuk mengejar 20 Juni ini sambil parsial terkirim yang 5 persen Insya Allah bisa,” ungkapnya.
Yolanda menegaskan, pihaknya juga menambah manpower atau tenaga pekerja. Yang terbaru, pihaknya mendatangkan lebih dari 100 pekerja dari dalam maupun luar Kota Kediri.
“Kurang lebih sekarang ada 1.014 orang sudah aktif bekerja. Dan kami akan tingkatkan lagi kurang lebih dengan menambah 150 orang lagi,” tuturnya.
Baca Juga: Juknis Pengisian Guru Sekolah Rakyat Belum Ada, SR Kabupaten Kediri Optimis Rampung Sesuai Target
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, beberapa bangunan seperti ruang kelas dan asrama siswa sudah mulai diisi dengan kelengkapannya. Seperti mebelair di ruang kelas dan ruang komputer, serta tempat tidur susun atau bunk bed yang sudah didistribusikan di kamar-kamar.
Meski demikian, hampir seluruh bangunan masih membutuhkan proses penyempurnaan. Hanya masjid yang dianggap paling siap untuk difungsikan saat ini.
“Kalau yang sudah benar-benar berfungsi Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan ada agenda Salat Ied dengan warga sekitar di masjid ini. Jadi masjid ini kami kalkulasikan sudah berfungsi, meskipun kawasan sekitarnya masih kami sempurnakan,” beber Yolanda.
Terpisah, Dinas Sosial Kota Kediri juga terus kebut proses penjangkauan calon siswa. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Widya Purna Nur Huda mengatakan, progres penjaringan calon siswa hingga kemarin sudah mencapai sekitar 30 persen di semua jenjang.
Baca Juga: Progres Bangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Baru 40 Persen, Dinsos Mulai Mendata Calon Siswa
Itu didapat dari proses penjangkauan terhadap 1.100 nama potensial dari prelist yang diturunkan Kemensos. “Untuk tahun ajaran ini targetnya setiap tingkatan ada 90 anak. Jadi total dari SD, SMP, SMA, nanti ada 270 siswa,” terang pria yang akrab disapa Huda itu.
Diakuinya, tim menghadapi kendala dalam menjangkau calon siswa jenjang SD. Dengan rentang usia calon siswa 7 - 12 tahun, banyak orang tua yang masih belum tega menyekolahkan anaknya di sekolah dengan sistem pendidikan boarding school itu. Namun, pihaknya tetap melakukan penjangkauan door to door dengan memprioritaskan warga miskin ekstrem dari desil 1 - 2.
“Selain itu, karena Kota Kediri juga memiliki 17 anak yang dititipkan di SR Kota Batu, rencananya di 2026 ini akan kami tarik ke Kediri. Jadi nanti di Kota Kediri ada 270 anak di tingkat kelas 1, dan ada tambahan dari SR rintisan dari Kota Mojokerto sekitar 90 anak di kelas 2 SMP. Itu yang akan digabung dengan anak-anak kita yang kemarin ikut di Batu,” tandas Huda. (ais/ut)
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri