KEDIRI, JP Radar Kediri- Petunjuk teknis (juknis) pengisian guru sekolah rakyat (SR) di Kediri belum ada hingga kemarin (24/5). Padahal target beroperasinya sekolah yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial itu Juni mendatang.
Berbeda halnya dengan proses pengisian calon siswa yang sudah berlangsung.
“Kami baru mendapat arahan untuk menjaring calon siswa saja. Untuk pengelolanya saat ini belum ada (arahan dari Pusat),” aku Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin ketika dikonfirmasi kemarin.
Untuk diketahui, lokasi Sekolah Rakyat Kota Kediri berada di Kelurahan Lirboyo. Untuk operasionalnya membutuhkan sejumlah sumber daya manusia (SDM). Mulai dari guru, tenaga kependidikan, tenaga keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya.
Imam mengatakan, segala keputusan pelaksanaan administratif harus sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat. Termasuk sosialisasi yang harus mengacu pada petunjuk Kementerian Sosial.
“Yang jelas kami menjalankan tugas yang diberikan. Diminta menyiapkan murid, ya kami siapkan. Sudah kami rapatkan.” tandas Imam.
Selain nama-nama anak penghuni desil 1 - 2 yang masuk dalam pre-list dari Kemensos, menurutnya kesempatan juga terbuka bagi anak-anak miskin lainnya. Termasuk anak-anak putus sekolah.
“Sepanjang masih memenuhi kriteria umurnya, itu masih bisa masuk,” sambungnya.
Seperti diberitakan, Dinas Sosial Kota Kediri mulai menjaring ratusan siswa miskin untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Kediri. Ratusan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA itu ditargetkan mulai belajar di tahun ajaran baru 2026/2027 Juni nanti.
Adapun SR Kota Kediri mendapat kuota 270 anak untuk mengisi angkatan pertama SR. Itu terdiri dari tingkatan kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 9 SMA. Masing-masing jenjang ada tiga rombongan belajar (rombel).
Artinya, masing-masing rombel akan berisi 30 siswa. Sesuai instruksi Presiden, SR harus sudah beroperasi pada 18 Juni mendatang.
Sementara itu, dari Kabupaten Kediri, pihak terkait optimistis pembangunan fisik gedung SR di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten bisa sesuai rencana. Hingga Sabtu (23/5) progresnya mencapai 68 persen.
Demi mengejar target penyelesaian pada 20 Juni mendatang, pengerjaannya pun mengalami percepatan. Target progresnya adalah 1 persen per hari.
“Percepatannya dengan cara mendatangkan semua material, menambah man power, serta menambah jam kerja proyek,” tegas Site Operasional Manager Nindya Karya –SSPS KSO Marantika Sugiarto.
Menurut pria yang karib disapa Rama, progres pembangunan gedung SR Kabupaten Kediri tergolong bagus. Menjadi salah satu pencapaian fisik terbaik di Jatim setelah Kota Surabaya.
Menurutnya, saat ini jumlah pekerja yang tercatat dalam induksi keselamatan kerja mencapai 1.600 orang. Namun, pekerja aktif di lapangan per hari berkisar 910 hingga 950 orang. Sebab, sebagian tim struktur sudah menyelesaikan tugasnya.
Pekerjaan yang telah berjalan meliputi struktur bangunan, arsitektur, landscape, hingga mekanikal electrical plumbing (MEP). Selain itu, furnitur untuk kebutuhan sekolah juga mulai berdatangan.
Baca Juga: Progres Bangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Baru 40 Persen, Dinsos Mulai Mendata Calon Siswa
Meski demikian, pihak pelaksana tetap optimistis target penyelesaian bisa tercapai tepat waktu. Bahkan, pembangunan ditargetkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga sudah siap difungsikan pada 20 Juni nanti.
“Kalau target pembangunan memang termasuk fungsinya juga, jadi bukan cuma fisik selesai,” katanya sembari mengatakan bahwa pihaknya optimistis rampung sesuai target.
Selama proses percepatan, kendala utama sempat muncul pada distribusi material. Menurut Rama, tingginya pembangunan Sekolah Rakyat secara serentak di berbagai daerah membuat pasokan material seperti atap, plafon, dan keramik sempat tersendat. Namun kondisi itu kini mulai teratasi.
Cuaca juga disebut masih cukup mendukung proses pengerjaan. Hujan memang masih turun, tetapi dengan durasi yang tidak terlalu lama sehingga dapat diantisipasi melalui pengaturan ulang jam kerja.
"Kami lakukan percepatan untuk mengejar progres," tegas Rama.
Editor : Andhika Attar Anindita