KEDIRI, JP Radar Kediri–Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kediri sudah memberi penjelasan tentang berbagai jenis barang terlarang yang tidak boleh dibawa jemaah haji. Namun, ternyata masih ada saja yang melakukan pelanggaran.
Berdasar skrining di Asrama Haji Sukolilo, satu jemaah Kabupaten Kediri kedapatan membawa gas korek api dan langsung disita.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi melalui Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Mahfudzia Afindis mengatakan, gas korek api merk Zippo itu ditemukan saat jemaah mengikuti skrining di asrama haji.
Selebihnya, tidak ada jemaah yang kedapatan membawa barang terlarang. “Lainnya aman,” kata pria yang akrab disapa Afin itu.
Baca Juga: Isak Tangis Warnai Keberangkatan Ratusan Calon Jemaah Haji Kota Kediri Menuju Surabaya
Lebih jauh Afin mengatakan, barang yang disita tersebut nantinya tidak dimusnahkan. Barang akan dikembalikan kepada petugas daerah dan bisa diambil kembali oleh pemiliknya di Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri setelah pelaksanaan ibadah haji selesai.
“Barang itu nanti dikembalikan ke petugas daerah dan bisa diambil di kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Sesuai ketentuan, menurut Afin ada beberapa jenis barang yang dilarang dibawa ke Tanah Suci. Mulai rokok dalam batas ketentuan, senjata tajam, maupun barang berbahaya lainnya. Namun, dalam pemeriksaan pada Rabu (20/5) lalu, tidak didapati barang berbahaya lainnya.
Hasil tersebut berbeda dengan hasil skrining tahun lalu. Kala itu, ada jemaah yang membawa beberapa peralatan elektronik. Mulai alat memasak elektrik dan sejenisnya.
Untuk diketahui, ribuan jemaah haji Kabupaten Kediri sudah tiba di Tanah Suci Makkah. Baik jemaah kloter 109, 110, 111 yang berangkat ke asrama haji pada Selasa (19/5) lalu, maupun jemaah kloter 112 yang berangkat Rabu (20/5) lalu.
Sementara itu, ratusan jemaah haji Kota Kediri juga sudah tiba di Makkah. Sebanyak 280 warga Kota Kediri itu tiba di Bandara King Abdul Aziz International Airport sekitar pukul 05.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kediri memastikan seluruh jemaah dalam kondisi baik.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri Basyarudin mengatakan,jemaah Kota Kediri memang langsung mendarat di Kota Makkah.
“Sejauh ini dari embarkasi sampai terbang tidak ada kendala. Sekarang sudah di Makkah, persiapan pembagian kamar sesuai nama yang sudah ada di pintu kamar masing-masing,” kata Basyarudin.
Baca Juga: Kawal Keberangkatan Tiga Kloter, Polsek Ngasem Kediri Perketat Pengamanan Jemaah Haji
Untuk diketahui, Kloter 115 berangkat dari Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 21.00, Kamis lalu (21/5). Total ada 380 jemaah dalam satu kloter itu. Terdiri dari 172 jemaah laki-laki dan 208 jemaah perempuan.
Dari total itu, ada 50 orang yang masuk kategori prioritas risiko tinggi. Sisanya sebanyak 104 orang masuk kategori risiko tinggi (risti) berat, 47 orang risti sedang, dan 91 orang risti ringan. Sedangkan 138 orang lainnya tidak termasuk kategori risti.
"Jemaah dengan kondisi risti ini juga menjadi catatan kami dan nanti akan di bawah pengawasan petugas kesehatan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 280 jemaah dilepas keberangkatannya dari GOR Jayabaya Kota Kediri, Rabu sore (20/5). Hingga pembekalan kesehatan terakhir, sedianya calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri yang akan diberangkatkan mencapai 281 orang.
Namun, sehari sebelum keberangkatan, satu orang jemaah harus dirawat di rumah sakit. Sehingga dipastikan jemaah yang berangkat hanya 280 orang. (sad/ais/ut)
Editor : Ayu Ismawati