KABUPATEN, JP Radar Kediri–Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melepas keberangkatan ratusan jemaah haji kloter 112 di area Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (20/5) kemarin.
Pemimpin Kabupaten Kediri dua periode itu mengajak semuanya untuk saling jaga dan saling bantu selama berada di Tanah Suci.
Pria yang akrab disapa Dhito itu mengatakan, mengatakan, semangat gotong royong sesama jemaah sangat penting selama berada di Arab Saudi.
Sebab, jumlah pendamping haji daerah tidak sebanding dengan total jemaah haji Kabupaten Kediri yang mencapai lebih dari 1.200 orang.
Karenanya, jemaah haji yang muda diminta untuk membantu jemaah lanjut usia. Terutama saat sedang menjalankan aktivitas ibadah.
Baca Juga: Polres Kediri Kawal Ribuan Jamaah Haji Menuju Asrama Haji Sukolilo
“Tadi (20/5) dalam satu bus ada yang usianya 104 tahun, ada juga yang 22 tahun. Artinya yang muda membantu yang sepuh kalau ada kebutuhan selama di Saudi,” pintanya.
Selebihnya, suami Eriani Annisa itu juga mengimbau jemaah untuk tidak bepergian sendirian selama berada di Tanah Suci.
Jika hendak keluar kamar atau berpindah tempat, jemaah diminta memberi tahu petugas dan teman rombongannya agar tidak tersesat.
Dia menegaskan, keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji.
Karena itu, para jemaah diimbau saling menguatkan dan menjaga satu sama lain seperti keluarga sendiri.
“Kami minta antarjemaah saling tolong-menolong, saling menjaga, dan saling menguatkan ketika berada di Tanah Suci,” tutur bapak dua anak itu.
Seperti halnya Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa yang memberangkatkan ribuan jemaah pada Selasa (19/5) lalu, Dhito juga meminta jemaah mendoakan Kabupaten Kediri saat berada di Tanah Suci.
Yakni agar Bumi Panjalu bisa tetap aman, damai, dan tenteram.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib mengingatkan jemaah untuk menjaga pola istirahat dan memperhatikan kebutuhan cairan tubuh.
“Harus rutin minum air putih. Minimal dua jam sekali harus minum air putih,” pesan Khotib.
Baca Juga: Kunjungi CJH Tertua, Dhito Titip Doakan Kediri, Ini Jemaah Yang Akan Dapat Pendampingan!
Untuk diketahui, di antara ratusan jemaah di kloter 112 yang berangkat kemarin ada Marsiah, 105. Warga Desa Bulu, Semen itu masuk ke kawasan SLG dengan naik kursi roda.
Dia memastikan kondisinya sehat dan sangat antusias mengikuti ritual ibadah haji. “Ayem. Seneng,” ungkapnya sambil tersenyum kepada sejumlah wartawan yang menanyainya.
Sementara itu, jika jemaah kloter terakhir Kabupaten Kediri berangkat kemarin, untuk ratusan jemaah haji Kota Kediri diberangkatkan pukul 16.30 kemarin.
Total ada 280 jemaah yang berangkat dari GOR Jayabaya Kota Kediri. Menginap semalam di asrama haji, jemaah kloter 115 itu akan berangkat ke Tanah Suci nanti malam (21/5).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri Basyarudin mengatakan, hingga pembekalan kesehatan terakhir, calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri yang akan diberangkatkan mencapai 281 orang.
Namun, sehari sebelum keberangkatan, satu orang jemaah harus dirawat di rumah sakit. Sehingga dipastikan jemaah yang berangkat hanya 280 orang.
“Itu karena ada gejala stroke. Tetapi istrinya nanti tetap berangkat,” ujarnya.
Adapun kemarin, jemaah mulai diberangkatkan dari GOR Jayabaya sekitar pukul 16.30. Jemaah diberangkatkan oleh Wali Kota Vinanda Prameswati.
Tiba di asrama haji sekitar pukul 21.00, jemaah akan mengikuti serangkaian tahapan akhir jelang keberangkatan.
Di antaranya seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang haji, living cost, hingga paspor dan visa.
“Terus nanti istirahat dulu di asrama, dan besoknya baru berangkat ke Bandara Juanda enam jam sebelum keberangkatan,” urai pria yang akrab disapa Basyar itu.
Jemaah Kota Kediri termasuk yang diberangkatkan di hari terakhir jadwal penerbangan dari Embarkasi Surabaya.
Total ada 116 kloter yang diberangkatkan dari sana. Sementara jemaah Kota Kediri termasuk dalam Kloter 115 yang dijadwalkan terbang malam ini pukul 21.00 dengan tujuan langsung ke kota Jeddah.
“Di tanggal 21 Mei itu ada lima kloter. Dan kita nanti satu kloter dengan jemaah dari Surabaya dan Sidoarjo,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita