Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Deras Picu Banjir Luapan! Puluhan Rumah di Kepung, Kandangan, dan Badas Terdampak

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:39 WIB
Banjir luapan menerjang beberapa titik di Kediri.
Banjir luapan menerjang beberapa titik di Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah timur Kabupaten Kediri pada Selasa malam (19/5) memicu banjir luapan di sejumlah titik.

Genangan terjadi di Kecamatan Kepung, Kandangan, hingga Badas dan sempat masuk ke rumah warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa rumah terdampak dan satu tembok rumah warga dilaporkan roboh akibat terjangan air.

Salah satu warga Desa Keling, Kecamatan Kepung, Didin Saputro mengatakan hujan mulai turun sejak sekitar pukul 18.00.

Baca Juga: Sungai Dangkal Jadi Penyebab Banjir, Desa Puhjarak Kediri Lakukan Normalisasi

Air kemudian mulai meluber ke jalan sekitar pukul 19.30 sebelum akhirnya masuk ke rumah warga sekitar pukul 20.00.

Menurutnya, luapan terjadi karena air dari area persawahan tidak mampu tertampung dan mengalir ke kawasan permukiman.

“Baru kali ini terjadi seperti ini. Air masuk rumah, ada juga tembok rumah warga yang roboh,” ujarnya.

Data BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan banjir luapan terjadi di Desa Keling, Kecamatan Kepung, tepatnya di RT 06, 07, 08, 13, 19, dan 28.

Genangan juga melanda Dusun Sarirejo yang berada di Desa Klampisan dan Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan.

Air menggenangi jalan dan masuk ke puluhan rumah warga dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sutrisno mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi serta kondisi saluran air yang tidak mampu menampung debit air.

Di Desa Keling, luapan diduga dipengaruhi kenaikan debit Sungai Harinjing serta adanya pendangkalan sungai dan penyempitan gorong-gorong di sepanjang Jalan Pare-Kandangan.

“Beberapa gorong-gorong di sepanjang jalan banyak yang menyempit bahkan tertutup cor bangunan rumah warga sehingga air meluber ke jalan dan permukiman,” jelasnya.

BPBD mencatat sekitar 60 rumah terdampak di Desa Keling. Sementara di Dusun Sarirejo, Desa Klampisan dan Karangtengah, sedikitnya 12 rumah ikut terdampak banjir luapan saluran sekunder.

Kondisi air dilaporkan sudah surut pada tengah malam dan warga melakukan pembersihan secara mandiri.

Baca Juga: Atasi Banjir, Pemkot Kediri Targetkan Bangun Trotoar Jalan Panglima Sudirman Mei 2026

Selain itu, banjir juga terjadi di Dusun Pulorejo, Desa Krecek dan Dusun Klampok, Desa Blaru, Kecamatan Badas.

Luapan dipicu tersumbatnya aliran Sungai Sedayu oleh material rumpun bambu hingga menyebabkan tanggul jebol.

Akibatnya, sekitar 48 rumah di Dusun Pulorejo terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter.

Djoko mengatakaan,  merekomendasikan normalisasi Sungai Harinjing dan saluran drainase di sepanjang Jalan Pare-Kandangan serta pembersihan material penyumbat di Sungai Sedayu.

Petugas juga masih melakukan assessment dan pendataan lanjutan terkait dampak banjir di sejumlah lokasi terdampak. (sad)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #banjir luapan