JP Radar Kediri– Memasuki musim kemarau, warga Kabupaten Kediri diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musibah kebakaran. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering menjadi faktor pemicu api cepat merambat.
Data dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri menunjukkan angka kejadian yang cukup signifikan sepanjang awal tahun 2026.Selama periode Januari hingga April, tercatat ada total 41 kasus kebakaran yang ditangani di wilayah Kabupaten Kediri. Dari puluhan peristiwa tersebut, faktor kelalaian manusia atau human error menjadi salah satu penyumbang angka tertinggi.
Baca Juga: Bakar Sampah Merembet, Gudang Rosok di Plosoklaten Kediri Hangus Terbakar
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat sembilan kasus kebakaran yang murni disebabkan oleh faktor keteledoran warga. Ironisnya, tren ini meningkat tajam dalam dua bulan terakhir.
“Selain korsleting listrik, faktor kelalaian atau human error menjadi penyebab banyak kebakaran. Pada Maret dan April saja, tercatat ada enam kasus akibat kelalaian,” ujar Kaleb.
Bentuk kelalaian yang sering ditemukan di lapangan cukup beragam. Antara lain seperti membakar sampah yang ditinggalkan sebelum api benar-benar padam, lupa mematikan kompor saat memasak, penggunaan kayu bakar yang tidak diawasi, dan aktivitas pembakaran sisa tebu (daduk) di lahan pertanian.
Baca Juga: Blower Mesin Error, Tungku Pabrik Arang di Kediri Terbakar
Mengingat prediksi musim kemarau tahun iniakan berlangsung lebih lama, Kaleb menghimbau masyarakat untuk mengubah kebiasaan. Ia menyarankan agar sampah sebaiknya ditimbun daripada dibakar.
“Jika memang mengharuskan dibakar, harus ditunggu sampai api sepenuhnya padam. Jangan sekali-kali meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala, apalagi di tengah cuaca kering seperti sekarang,” tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita