KEDIRI, JP Radar Kediri–Suasana haru menyelimuti kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa pagi (19/5).
Tangis keluarga dan kerabat pecah saat ribuan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri berpamitan sebelum mereka berangkat menuju Asrama Haji Surabaya. Pelukan hangat, lambaian tangan, hingga doa bersama mengiringi mereka.
Nur Aini Faridha, jemaah asal Desa Turus, Gurah tampak tak kuasa menyembunyikan perasaan harunya. Dia mengaku bersyukur karena akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji tahun ini bersama sang ibu.
“Alhamdulillah sangat bersyukur dan ini nikmat yang tidak kami sangka-sangka,” katanya.
Berangkat sebagai pendamping mahram, Nur Aini percaya jika hal tersebutmerupakan kehendak Allah. Berbagai persiapan pun telah dilakukan sejak jauh hari.
Terutama menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, kekuatan fisik menjadi hal penting selain kesiapan spiritual. Karena itu dia rutin berolahraga serta menyiapkan berbagai obat-obatan pribadi seperti vitamin, obat flu, hingga oralit untuk menjaga kondisi tubuh.
“Spiritual memang utama, tapi fisik juga harus disiapkan karena tantangannya luar biasa,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Muhammad Farid, jemaah asal Kecamatan Plosoklaten yang mendampingi ibunya.
Farid mengaku telah menjaga kebugaran tubuh sejak lama demi mempersiapkan ibadah haji. Dia juga mengikuti seluruh anjuran kesehatan dari petugas medis dan puskesmas.
“Yang penting banyak minum air dan menjaga nutrisi tubuh supaya tetap fit selama di sana,” katanya sembari bersyukur bisa berangkat haji tahun ini.
Baca Juga: Polres Kediri Kawal Ribuan Jamaah Haji Menuju Asrama Haji Sukolilo
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan, pemberangkatan jemaah haji tahun ini dipusatkan di kawasan SLG.
Lokasi tersebut dipilih karena titik pemberangkatan biasanya di Kantor Pemkab Kediri sedang direnovasi.
Total ada tiga kloter yang diberangkatkan kemarin. Masing-masing, kloter 109 sebanyak 322 jemaah, kloter 110 ada 373 jemaah, dan kloter 111 mencapai 370 jemaah atau total 1.065 jemaah.
“Total jemaah haji Kabupaten Kediri tahun ini sebanyak 1.213 orang yang tergabung dalam empat kloter,” jelasnya.
Khusus untuk kloter 112 yang akan diberangkatkan hari ini (20/5) berjumlah 148 jemaah. Mereka akan bergabung dengan daerah lain.
Marsiah, 105, jemaah haji tertua se-Indonesia asal Desa Bulu, Semen juga masuk kloter gabungan ini.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang ikit memberangkatkan jemaah kemarin berpesan agar mereka menjaga kesehatan di Tanah Suci. Tidak hanya itu, jemaah juga diminta selalu berkoordinasi dengan petugas.
“Kalau ada keluhan harus segera menghubungi petugas. Kalau keluar harus pamit dan jangan sendirian, harus mengajak teman karena di sana kalau sendiri bahaya dan bisa kesasar,” pesannya.
Baca Juga: Tiga Kloter Calon Jemaah Haji Kabupaten Kediri Bertolak Menuju Asrama Haji Surabaya
Dewi juga meminta seluruh jemaah untuk saling menjaga dan saling membantu selama menjalankan ibadah haji. Kebersamaan antarsesama jemaahmenjadi hal penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Kita di-warning untuk saling menguatkan, saling menjaga, dan saling membantu seperti saudara ketika berada di Tanah Suci,” tambahnya.
Dewi juga meminta jemaah haji untuk mendoakan Kabupaten Kediri. Sehingga, Bumi Panjalu menjadi daerah yang tetap aman, tenteram, damai, guyub, dan sejahtera.
“Semoga dengan barokah para jemaah haji, Kabupaten Kediri tetap aman dan tidak ada bencana,” harapnya.
Editor : Andhika Attar Anindita