KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada misi khusus yang dibawa ribuan buruh Kota Kediri yang mengikuti peresmian Museum Marsinah di Desa Ngludo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu lalu (16/5).
Yaitu, mendorong percepatan pengesahan RUU Ketenagakerjaan serta mendesak pemerintah agar tidak lagi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Yang jelas kami keberatan jika ada PHK perusahaan. Jadi meskipun hubungan kerja itu PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) dan sesuai peraturan pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Tapi kami berharap tidak terjadi PHK-PHK,” ujar Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Kediri Suyadi.
Selain itu, dia juga berharap kesejahteraan buruh bisa lebih baik. Salah satunya dengan mendorong aturan yang berpihak pada pekerja.
“Harapannya pemerintah bisa selalu memperhatikan kesejahteraan pekerja,” ucapnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Nganjuk, Resmikan Museum Marsinah Sebagai Simbol Perjuangan Buruh
Isu kepastian hukum juga menjadi fokus utama perjuangan buruh tahun ini. Seperti yang disampaikan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Kediri Heri Sunoto.
Melalui momentum berkumpulnya para pekerja ini, dia berharap pemerintah bisa segera mempercepat penyusunan dan pengesahan perubahan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
“Kalau bisa tahun ini karena ini menjadi payung hukum bagi teman-teman pekerja. Karena di putusan MK, pemerintah harus melakukan perubahan UU Ketenagakerjaan karena harus ada klasifikasi khusus itu,” desaknya.
Dengan pengesahan undang-undang itu, pekerja akan memiliki payung hukum yang jelas dan berkeadilan, sesuai dengan tuntutan pekerja. Salah satunya soal aspek kesejahteraan buruh yang harus dipastikan melalui regulasi baru tersebut.
Selain itu, aspirasi di momen Hari Buruh tahun ini juga tak lepas dari kondisi ekonomi nasional saat ini. Dia mendorong agar pemerintah bisa segera menstabilkan ekonomi.
“Harapannya tetap, dengan upah yang kami terima, para pekerja berharap pemerintah sebagai palang pintu utama bisa menstabilkan ekonomi,” Tandas Heri.
Sementara itu, ribuan buruh di Kota Kediri berangkat ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu pagi (16/5). Mereka bergerak dalam rombongan besar untuk ikut menghadiri peresmian Museum Pahlawan Buruh Marsinah.
Peresmian museum simbol perjuangan kelompok pekerja yang berlangsung di Desa Ngludo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk itu juga dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pemberangkatan rombongan pekerja itu berlangsung sekitar pukul 06.00. Total ada 1.100 pekerja yang diberangkatkan dari Balai Kota Kediri dengan 20 armada bus.
Baca Juga: May Day! Tak Semua Pekerja di Kediri Dapatkan Libur saat Peringatan Hari Buruh Internasional
Rombongan dilepas oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, perwakilan Kodim 0809/Kediri, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, serta instansi samping lainnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, belum lama ini masyarakat juga merayakan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei. Ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan dedikasi dari para pekerja.
“Para pekerja telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi serta dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ujar Vinanda.
Vinanda juga menyebut peran penting pekerja dalam pembangunan suatu daerah. Dia berharap, peresmian museum yang akan disaksikan ribuan pekerja dari Kota Kediri itu bisa menjadi pengingat.
“Pengingat bahwa keadilan tetap harus ditegakkan,” tandasnya. (ais/fud)
Editor : Ayu Ismawati