Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiga Bulan Awal 2026, Dinkes Kota Kediri Temukan 65 Kasus HIV Baru

Ayu Ismawati • Senin, 18 Mei 2026 | 20:20 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Ilustrator: Afrizal)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Ilustrator: Afrizal)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) kian memprihatinkan. Di tiga bulan pertama 2026 ini, sedikitnya ada 65 kasus baru yang ditemukan di Kota Kediri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto mengatakan, temuan puluhan kasus dalam tiga bulan itu mayoritas masih di tahap awal penyakit. Atau, saat infeksi virus belum berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

“Temuan paling banyak waktu dalam kondisi belum sakit. Terutama dari hasil mobile VCT atau pemeriksaan HIV di tempat-tempat berisiko,” ungkap Hendik.

Sejumlah lokasi berisiko yang kerap jadi sasaran mobile VCT, di antaranya kafe hingga kos-kosan. Dinkes—lanjut Hendik—rutin melaksanakan jemput bola bersama komunitas penanggulangan HIV/AIDS.

Baca Juga: Belasan Remaja di Kota Kediri Positif Mengidap HIV Selama 2025, Begini Temuannya

“Mobile VCT itu biasanya seminggu sekali atau seminggu dua kali kami laksanakan,” bebernya.

Dari total 65 kasus baru yang ditemukan, sebanyak 62 kasus di antaranya merupakan HIV. Sedangkan sisanya sudah dalam stadium akhir atau AIDS.

Rinciannya 19 orang merupakan warga Kota Kediri, 28 orang warga Kabupaten Kediri, serta sisanya berasal dari daerah di luar Kediri. 

Untuk diketahui, selama 2025 lalu, temuan kasus baru HIV/AIDS di Kota Kediri mencapai 243 kasus. Rinciannya, ada 215 kasus HIV dan 28 kasus AIDS. Hendik menyebut, setiap bulan rata-rata ada 20-30 kasus HIV baru yang ditemukan di Kota Kediri. 

“Paling banyak temuan kasus dari populasi usia muda. Antara 20 sampai 30 tahun karena terkait dengan mobilitas,” sambung Hendik.

Baca Juga: Setahun, Ratusan Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Kediri, Ini Langkah Dinkes

Itu karena menurutnya, penyebaran virus yang ditularkan melalui kontak cairan tubuh tertentu seperti darah, cairan kelamin, dan air susu ibu (ASI) sangat identik dengan mobilitas. Khususnya dari yang disebarkan melalui aktivitas seksual. 

“Termasuk dari rentang usia 40-an tahun juga masih banyak ditemui. Karena di usia 20 sampai 40 tahun itu kan masa-masa orang mobilitasnya tinggi, sering keluar malam. Jadi sesuai jika disandingkan dengan kebiasaan,” tandasnya.

Adapun belum lama ini, Kota Kediri juga digemparkan dengan kasus produksi video porno di wilayah Kecamatan Mojoroto. Tren maraknya penyebaran video asusila itu juga dinilai bisa mendorong perilaku seksual menyimpang di masyarakat. Sehingga menjamurnya virus ini di kemudian hari juga perlu diwaspadai.

“Dengan video porno terkadang bisa memicu perilaku seksual menyimpang,” ungkapnya sembari menyebut, upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui mobile VCT akan terus digencarkan. (ais/ut)

           

 

 

Editor : Ayu Ismawati
#perilaku seksual #HIV/AIDS #dinkes kota kediri #hiv