Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Awasi Lalu Lintas Ternak Jelang Idul Adha, Imbau Masyarakat Teliti Memilih Hewan Kurban

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 15 Mei 2026 | 10:49 WIB
Dokter hewan sedang melakukan pemeriksaan sapi di Pasar Hewan Ngadiluwih. (Foto: Asad MS)
Dokter hewan sedang melakukan pemeriksaan sapi di Pasar Hewan Ngadiluwih. (Foto: Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang Hari Raya Iduladha, pengawasan lalu lintas ternak semakin diketatkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri.

Salah satunya dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan untuk kebutuhan kurban. Seperti pada Rabu (13/5) lalu, pemeriksaan menyasar ternak di Pasar Hewan Ngadiluwih.

Cek kesehatan itu bertujuan untuk memastikan sapi yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

Selain itu juga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD).

Dokter hewan di Pasar Hewan Ngadiluwih drh Luh Putu Setianti menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan indikasi PMK maupun LSD.

“Untuk hari ini (13/5) pemeriksaan sapi kondisinya oke semua. Jadi semuanya normal dan layak untuk disembelih. Untuk PMK sama LSD di sini tidak ada kasus,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Kurban DKPP Kabupaten Kediri Catat Hal Positif, Surplus Sapi dan Zero PMK

Sejumlah aspek kesehatan yang dicek oleh dokter hewan meliputi kondisi gigi, postur tubuh, mata, alat kelamin hingga fisik ternak secara keseluruhan.

Pihaknya rutin melaksanakan pemeriksaan setiap ada aktivitas jual beli di pasar yang beroperasi setiap pasaran Kliwon tersebut. 

Meski tidak ditemukan kasus penyakit menular PMK dan LSD, ia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Di antaranya dengan teliti saat memilih hewan kurban. Yakni yang kondisi fisiknya sehat dan tidak memiliki kelainan.

Terutama menghindari hewan dengan indikasi penyakit kulit maupun cacat tertentu.

“Pilih sapi yang sehat, bisa dilihat dari bentuk tubuhnya. Kemudian ada atau tidak kelainan. Jangan pilih sapi yang mungkin ada penyakit kulit karena itu tidak bagus untuk dikurbankan,” terang Luh Putu.

Pengawasan lalu lintas ternak juga dilakukan dengan wajib menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk setiap ternak yang dikirim ke luar daerah.

Sebab, banyak pembeli sapi di Pasar Ngadiluwih berasal dari luar kota seperti Sidoarjo dan daerah lainnya. Sedangkan penjual mayoritas berasal dari wilayah Kabupaten Kediri.

DKPP—lanjut Luh Putu— juga mengimbau peternak meningkatkan biosekuriti kandang agar kasus PMK dan LSD tidak kembali merebak.

Baca Juga: Peternak Hewan Kurban Mulai Kebanjiran Orderan Jelang Idul Adha

Salah satunya dengan rutin melakukan vaksinasi dan sanitasi kandang minimal dua kali dalam sepekan.

Peternak juga diminta membatasi orang yang keluar masuk kandang untuk mencegah potensi penularan penyakit dari luar.

“Kalau dari luar atau dari pasar usahakan mandi dulu sebelum masuk kandang. Kemudian yang masuk kandang cukup orang-orang tertentu saja agar tidak terjadi persebaran penyakit,” pungkasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pmk #iduladha #dkpp #lsd #kurban