KEDIRI, JP Radar Kediri-Jejak peradaban kuno kembali terungkap di wilayah Kediri. Kali ini berasal dari Lingkungan Balekambang, Kelurahan Blabak, Kota Kediri.
Sebuah Arca Dwarapala dan fragmen batuannya ditemukan di kebun milik warga.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priambodo membenarkan temuan itu. Selasa (12/5) lalu, pihaknya sudah mendatangi lokasi temuan yang berada tak jauh dari Sumber Cakarwesi tersebut.
“Staf kami sudah ke sana. Fragmen atau pecahan-pecahan batu sudah dibawa ke museum,” ungkap Bambang.
Mulanya, temuan fragmen batuan di kebun jagung itu pertama kali dilaporkan oleh komunitas sejarah. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata pemilik lahan sudah mengamankan bagian kepala Arca Dwarapala.
Fragmen disimpan di rumah pemilik lahan yang juga warga Kelurahan Blabak.
“Akhirnya setelah mengobrol dengan pemilik lahan, mereka (komunitas) izin untuk melaporkan ke dinas. Setelah itu kami tindaklanjuti dengan meninjau ke lokasi,” sambung Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri Endah Setyowati.
Dari sana diketahui jika potongan kepala arca itu sudah ditemukan warga sejak beberapa tahun sebelumnya. Karena ketidaktahuan pemilik lahan, temuan itu tidak dilaporkan ke dinas terkait.
Berdasar penuturan pemilik lahan, dulu juga banyak ditemukan batu bata merah besar di area tersebut. Namun, sudah banyak diangkut untuk tanah uruk.
“Kami tahunya semua sudah tinggal sisa-sisanya yang dikumpulkan di satu titik saja,” ungkap Endah.
Sisa temuan meliputi fragmen rambut dwarapala. Kemudian fragmen gada, serta pecahan keramik. Penemuan itu sekaligus jadi bukti jejak peradaban kuno yang eksis di wilayah Kediri.
Sayangnya, temuan tersebut sudah dalam bentuk pecahan kecil-kecil yang kini diamankan di Museum Airlangga Kota Kediri.
Baca Juga: Tim BPK Jatim Temukan Jambangan di Area Candi Klotok Kota Kediri
“Kelihatannya batunya berbeda antara fragmen gada dwarapala dan rambutnya. Sehingga kemungkinan di sana ada arca besar,” tengarainya.
Berdasar kajian awal, diperkirakan fragmen arca itu berasal dari akhir era Kerajaan Majapahit. Dugaan tersebut dilihat dari motif-motif fragmen yang ditemukan.
Dengan adanya temuan itu, menurut Endah tak menutup kemungkinan ada bagian lebih besar yang belum terungkap. Sayangnya, aktivitas penggalian untuk tanah uruk dikhawatirkan sudah menghilangkan sebagian besar dari jejak sejarah di sana.
“Di situ memang dekat dengan Sumber Cakarwesi dan masuk alirannya. Jadi diperkirakan itu dulu juga bisa jadi ada candi di situ karena ada dwarapala. Itu hanya perkiraan saja dulu,” tandasnya. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita