KEDIRI, JP Radar Kediri-Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemkot Kediri memperketat pengawasan hewan kurban.
Dalam sidak di Pasar Hewan Muning, Selasa (12/5), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri mendapati kambing yang menderita penyakit gatal atau scabies.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri Retno Harini mengatakan, jelang Idul Adha, lalu lintas hewan dari luar daerah menuju Kota Kediri jadi perhatian utama. Kewaspadaan terutama pada potensi penularan penyakit zoonosis.
Yakni, infeksi yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyakit itu dipicu bakteri, virus, parasit, maupun jamur.
“Kami lakukan pemeriksaan berkala di Pasar Hewan Muning setiap Wage dan Pahing, kemudian di lapak-lapak dadakan juga kami periksa untuk memastikan semua hewan yang diperjualbelikan bebas dari penyakit zoonosis dan aman,” ujar Retno ditemui di Pasar Hewan Muning (12/5).
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kasus scabies atau gatal pada telinga dua ekor kambing. Selain itu juga ditemukan kasus mastitis atau peradangan kelenjar ambing pada satu ekor kambing.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu kesehatan kambing. Melainkan juga memengaruhi estetika hewan ternak.
“Kalau untuk PMK (penyakit mulut dan kuku) ini vaksinasi sudah mulai berjalan sejak Februari sampai hari ini masih dilaksanakan terus di wilayah Kota Kediri untuk mengantisipasi dengan memberikan imun pada hewan ternak. Terutama sapi, kambing, domba, dan kerbau,” sambungnya.
Retno menjelaskan, selama 2026 ini, belum ada kasus PMK yang ditemukan di Kota Kediri. Namun, dengan kemunculan kasus di beberapa daerah, pihaknya tetap mengantisipasi dengan mewajibkan adanya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk setiap ternak dari luar kota.
“Saat ini belum ada pembatasan (lalu lintas ternak dari luar daerah). Karena di Kota Kediri belum ada kasus PMK. Tapi harus dipastikan dengan SKKH yang nanti diperiksa oleh dokter hewan,” tandas Retno.
Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Kota Kediri drh Pujiono menambahkan, temuan dua penyakit pada kambing itu tidak menimbulkan risiko yang berbahaya jika dikonsumsi. Hanya saja, dapat menular ke ternak lainnya serta memengaruhi estetika dari kambing yang akan dijual.
Dengan menjual kambing yang ditemukan cacat fisik, biasanya jadi siasat untuk memutus rantai penularan di kandang. “Kalau penyakit lain yang biasanya sering ditemui jelang musim kurban itu penyakit mata yang harus kami waspadai,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing di Kediri Meningkat, Ini Pasaran Harganya!
Terkait temuan penyakit pada kambing di Pasar Hewan Muning, Pujiono menyarankan agar peternak melakukan pengobatan dulu terhadap ternak. Termasuk harus dipisahkan dari kambing lainnya selama di kandang.
“Karena dia (scabies atau penyakit gatal) bisa menular. Jadi diobati dulu. Nanti kalau tidak bisa diobati sendiri, bisa memanggil petugas. Dan pengobatannya juga lama. Bisa memakan waktu satu bulan sampai bisa bersih,” tandasnya. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita