Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Drama Tari Berpadu Magis-nya Candi Tegowangi, Disparbud Kabupaten Kediri Siapkan Amphitheater Museum Daerah Jadi Opsi Pementasan Seni

Ayu Ismawati • Senin, 11 Mei 2026 | 22:26 WIB
MAGIS: Drama tari berjudul ‘Sudamala’ tampil dalam acara Inspiration Art of Tegowangi, Sabtu malam (9/5). Acara tahunan ini sudah berlangsung yang keempat kalinya. (Foto: Wahyu Adji)
MAGIS: Drama tari berjudul ‘Sudamala’ tampil dalam acara Inspiration Art of Tegowangi, Sabtu malam (9/5). Acara tahunan ini sudah berlangsung yang keempat kalinya. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pagelaran seni kolaborasi bertajuk ‘Inspiration Art of Tegowangi’ menjadi daya tarik baru.

Animo masyarakat sangat bagus. Karena itu, Pemkab Kediri berencana mempertahankan event ini sebagai acara reguler dan berlangsung setahun sekali. 

Bahkan, pemkab juga telah menyusun konsep kolaboratif. Yaitu menyiapkan Museum Daerah Kabupaten Kediri sebagai venue tambahan.

“Khusus untuk pertunjukan seni di Candi Tegowangi hanya akan digelar setahun sekali,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi

Inspiration Art of Tegowangi berlangsung Sabtu malam (9/5). Sesuai namanya, lokasi acara di pelataran Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Pagelaran kemarin adalah yang keempat.

Baca Juga: Kisah Penyucian Diri Dewi Uma Dihidupkan, Inspiration Art of Tegowangi Kediri Sihir Ratusan Masyarakat

Disparbud, menurut Mustika, akan mempertahankan kekhasan dan keekslusifan acara tersebut. Karena itulah hanya akan digelar setahun sekali.

“Nanti kalau ada event-event lain, kita bisa mengambil opsi lain di luar Candi Tegowangi. Kita punya tempat-tempat lain yang tidak kalah bagus. Seperti di museum (Museum Daerah Kabupaten Kediri, Red) ini sedang tahap pengembangan juga. Kita punya amphitheater, bisa pementasan di sana,” ungkapnya.

Dengan begitu, ruang-ruang pertunjukan seni budaya di Kabupaten Kediri akan terus ditambah. Selain mengenalkan objek pariwisata di Kediri, juga jadi langkah nyata dalam mempertahankan budaya tradisional. 

Baca Juga: Inspiration Art of Tegowangi: Keindahan Seni Berpadu Sejarah Candi di Kediri

Tingginya animo masyarakat dalam menyaksikan pertunjukan seni tradisional itu nampak pada Sabtu  malam itu. Ratusan orang memadati kawasan Candi Tegowangi.

Menyaksikan pertunjukan seni kolaborasi yang digelar sebagai rangkaian Hari Jadi ke-1.222 Kabupaten Kediri. Dengan mengambil latar Candi Tegowangi, keindahan drama tari itu berpadu dengan magisnya suasana candi peninggalan era Kerajaan Majapahit tersebut.

Salah satu pertunjukan yang dibawakan adalah kisah penyucian Dewi Durga menjadi Dewi Uma yang dikenal melalui kisah Sudamala.

Dibawakan oleh para seniman muda Kediri, cerita itu jadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan. Kisah itu pula yang terpahat dalam relief di dinding candi berusia ratusan tahun tersebut. 

Baca Juga: Misteri Candi Tegowangi

Membacakan sambutan dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Kediri Sonny Subroto Maheri Laksono menyebut, catatan baru untuk masa depan telah terukir saat itu juga.

Bahwa ‘Kediri Berbudaya’ bukan sekadar slogan. Melainkan gaya hidup masyarakat Kabupaten Kediri. Dia berharap, anak-anak muda juga bisa ikut diajak nguri-uri budaya. 

“Kekuatan budaya ini sekarang didukung konektivitas dengan adanya Bandara Dhoho Kediri. Ini bukan hanya sekadar penerbangan, tetapi terbukanya pintu-pintu ke Kediri,” ujar Sonny.

Dengan begitu, diharapkan semakin banyak orang datang ke Kediri tidak hanya untuk singgah. Melainkan juga menyelami kehidupan masyarakatnya dan keberagaman budaya serta kearifan lokal di dalamnya.

Baca Juga: Ini Pesan Spiritual dalam Pagelaran Wayang Kulit Bersih Desa Tegowangi

Dari tahun ke tahun, kisah Sudamala tetap menjadi pertunjukan utama. Namun, kisah itu dikemas secara berbeda tiap tahunnya, dengan kolaborasi seniman yang beragam.

Sedangkan Candi Tegowangi dipilih dengan harapan sejarah di balik cagar budaya itu bisa semakin dikenal masyarakat.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ratusan penonton nampak sudah memadati kawasan Candi Tegowangi sejak pukul 18.30. Selain pertunjukan drama tari, juga ada seni ketoprak yang tak kalah menghibur masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kediri menyebut ke depannya, acara serupa akan rutin digelar tiap tahun di lokasi yang sama. (ais/fud

Editor : Ayu Ismawati
#kabupaten kediri #Candi Tegowangi #Disparbud Kabupaten Kediri #cagar budaya