KEDIRI, JP Radar Kediri- Sebanyak 200 titik rumah tidak layak huni (rutilahu) milik warga di Kota Kediri akan dirombak tahun ini. Jumlah sasaran itu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah Kota Kediri pun kebut persiapan sebelum pelaksanaan proyek fisik tersebut.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri M. Anang Kurniawan mengatakan, penambahan jumlah sasaran di tahun 2026 ini menyusul rehabilitasi rutilahu yang menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Tahun lalu, sasaran perbaikan hanya 160 titik.
“Penambahan sasaran ini utamanya karena memang kebutuhan. Yang kedua, ini juga termasuk program prioritas dari Mbak Wali untuk segera mengentaskan kebutuhan perbaikan rumah di masyarakat,” kata Anang.
Saat ini, pihaknya masih dalam tahap verifikasi calon penerima manfaat. Anang menyebutkan, kriteria penerima manfaat itu tidak banyak berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Yang utama, penerima manfaat harus termasuk dalam kelompok desil 1 – 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Yang kedua, ada kejelasan status terhadap tanah yang ditempati. Tidak harus SHM (sertifikati hak milik) atas nama yang bersangkutan. Artinya misal status milik orang tua terus ditempati anak itu juga bisa. Asalkan ada kejelasan,” beber Anang.
Dengan penambahan jumlah sasaran itu, praktis anggaran yang dialokasikan juga bertambah. Tahun ini, sedikitnya ada Rp 7 miliar pagu anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan rutilahu.
Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Turun Langsung, Cek Progres Jalan hingga RTLH di Desa Gadungan Puncu Kediri
Selain 200 titik rumah tersebut, kemungkinan titik perbaikan rutilahu bisa bertambah. Sebab, perbaikan rumah tidak layak huni lainnya juga akan diakomodasi oleh pemerintah provinsi dan Pusat.
“Di sisi lain kami juga masih mengajukan kepada Pusat. Yang ini juga masih dalam tahap verifikasi. Di luar 200 titik ini,” tandasnya. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita