JP Radar Kediri– Menjelang Hari Raya Idul Adha, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri menunjukkan angka yang baik. Berdasarkan data tahun 2025, populasi sapi tercatat mencapai 216.886 ekor dengan mayoritas berada di Kecamatan Plosoklaten dan Wates.
Kabar baiknya, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Kediri saat ini juga terpantau aman. Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menurun drastic. Bahkan menyentuh angka nol laporan dalam dua minggu terakhir.
“Alhamdulillah, kondisi PMK sudah sangat menurun, hampir dua minggu ini zero laporan. Ini menunjukkan kondisi ternak di Kabupaten Kediri bisa dinyatakan aman menjelang kurban,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.
Meski nihil laporan, DKPP tetap memperketat pengawasan. Terutama pada lalu lintas ternak. Tutik menegaskan bahwa vaksinasi adalah hal wajib untuk menjaga status zona hijau. Saat ini, capaian vaksinasi bulanan di Kabupaten Kediri telah menyentuh angka 80-90 persen. Menurutnya, pengendalian terbaik PMK hanya vaksin.
“Kami sangat ketat, lalu lintas ternak yang terdata di aplikasi harus sudah divaksin. Jangan sampai peternak tergiur harga murah tapi kondisi hewan tidak sehat. Itu bisa jadi pencetus kembali,” tegas Tutik.
Untuk memastikan stok vaksin aman, Pemkab Kediri juga melakukan pengadaan vaksin mandiri. Vaksin saat ini masih tersedia sekitar 30 ribu dosis yang dianggap sangat mencukupi untuk populasi yang ada.
Sapi hasil peternak Kabupaten Kediri juga dikirim ke berbagai daerah di momen jelang kurban ini. Seperti Blitar yang banyak mengambil dari Kediri. Beberapa tokoh penting termasuk Kapolda juga dikabarkan mengambil hewan kurban dari peternak lokal Kediri.
“Kabupaten Kediri selalu surplus daging sapi dalam lima tahun terakhir. Meski sempat fluktuatif karena dampak PMK tahun lalu, stok kita tidak pernah kurang untuk mencukupi kebutuhan lokal maupun dikirim ke luar,” tuturnya.
Kondisi ini disambut baik oleh para peternak. Syarif, peternak asal Kecamatan Kras mengaku rutin melakukan vaksinasi setiap enam bulan sekali. “Tantangannya memang harga dan penyakit, tapi syukur vaksin dari pemerintah gratis dan rutin, jadi kami lebih tenang,” aku Syarif.
Hal senada diungkapkan Katijo, peternak asal Ringinrejo. Ia berharap program vaksinasi terus berlanjut dibarengi dengan kebersihan kandang yang ketat. “Vaksin itu wajib. Selain itu, kami juga harus rajin jaga kebersihan pakan agar sapi tidak terkena penyakit,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita