Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Progres Bangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Baru 40 Persen, Dinsos Mulai Mendata Calon Siswa

Ayu Ismawati • Selasa, 5 Mei 2026 | 06:24 WIB
HARUS DIKEBUT: Kompleks Gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto difoto dari udara. Dari puluhan unit bangunan, baru beberapa unit saja yang sudah dipasang atap. Sisanya masih dalam pengerjaan struktur. (Foto: Wahyu Adji)
HARUS DIKEBUT: Kompleks Gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto difoto dari udara. Dari puluhan unit bangunan, baru beberapa unit saja yang sudah dipasang atap. Sisanya masih dalam pengerjaan struktur. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Seperti halnya Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Kediri, proyek SR Kota Kediri juga harus semakin memacu realisasi fisiknya.

Pasalnya, di awal Mei ini progres fisik baru mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, proyek yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo itu ditarget bisa selesai sebelum tahun ajaran baru 2026/2027. Namun, hingga pekan lalu progres fisik kurang dari separo.

“Progres 40 persen itu untuk tahapan yang sesuai dengan kontrak. Tapi informasinya ini mau ada adendum di sana terkait genteng kalau tidak salah,” ungkap Imam.

Dengan perubahan kontrak melalui adendum itu, diperkirakan progres sudah mencapai 47 persen. Namun karena adendum belum disahkan, untuk saat ini progres masih tercatat di angka 40 persen.

Baca Juga: Kurang 50 Hari Progres Sekolah Rakyat (SR) Kediri Belum Capai Separo, ini yang Dilakukan Kontraktor untuk Percepatan

“Kalau target tetap. Cuma nanti akan ada penyesuaian di target timeline-nya. Supaya ketika nanti pas tanggal 18 Juni itu, semuanya sudah clear,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, adendum itu salah satunya terkait penerapan ‘gentengisasi’ pada bangunan Sekolah Rakyat.

Karenanya, kontraktor perlu melakukan penyesuaian pekerjaan di proyek yang dianggarkan Pemerintah Pusat hingga lebih dari Rp 200 miliar itu. 

Di sisi lain, meski Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut rekrutmen calon siswa SR sudah berjalan, di Kota Kediri masih belum ada informasi terkait hal itu. 

Menurut Imam, pihaknya juga masih menunggu ketetapan pemerintah terkait operasional SR. Baik rekrutmen sumber daya manusia (SDM) pendukung maupun calon siswa.

Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Capai 49 Persen, Bupati Dhito Minta Dinsos dan Disdik Kawal Ketat Pembangunan

“Juknisnya (petunjuk teknis, Red) juga belum ada. Kami masih menyiapkan datanya terkait kebutuhan-kebutuhan nanti. Misalnya seperti database rencana muridnya, dan kemungkinan gurunya kalau nanti mengambil dari kita, akan kita koordinasikan dengan dinas pendidikan,” terang Imam.

Terkait database kebutuhan siswa, Imam menegaskan, jumlah anak dari keluarga tidak mampu kelompok desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sangat banyak.

Yakni sekitar 1.200 anak. Mereka termasuk potensi calon siswa SR Kota Kediri angkatan pertama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

“Jadi kami masih menyiapkan kemungkinan-kemungkinannya, sampai nanti ada petunjuk resminya,” tandasnya.

Baca Juga: Dua Potensi (Masalah) Sekolah Rakyat

Seperti diberitakan, pembangunan SR Kota Kediri terus dikebut. Digarap oleh kontraktor PT Nindya SPSS KSO, proyek itu ditargetkan selesai 20 Juni nanti. Target itu juga diterapkan untuk proyek SR tahap 2 lainnya di Jawa Timur. 

Proyek yang berada di depan balai Kelurahan Lirboyo itu akan terdiri dari 22 gedung. Sebanyak 14 di antaranya merupakan unit bangunan dua lantai. 

Nantinya, Sekolah Rakyat Kota Kediri akan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain gedung kelas, kompleks bangunan di lahan seluas 5,1 hektare itu juga akan menampung sejumlah fasilitas pendukung.

Mulai dari asrama putra dan putri, asrama guru, kantin, masjid, lapangan mini soccer, tempat pengolahan sampah (TPS), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan lain sebagainya. (ais/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Desil 1 #dinas sosial #Sekolah Rakyat #DTSEN #menteri sosial