Bm mengungkapkan, selama empat tahun di tempat kerjanya menerapkan pembagian shift kerja. Dalam sehari, operasional toko dibagi menjadi tiga shift. Yakni shift pagi pukul 07.00–15.00 WIB, shift siang pukul 15.00–22.00 WIB, serta shift malam pukul 22.00–07.00 WIB.
“Setiap shift biasanya diisi dua orang. Jadi tetap harus jalan terus operasionalnya,” ujar Bm.
Menurutnya, target kerja di tiap toko berbeda-beda. Namun umumnya dikelola oleh bagian sales. Pegawai toko lebih berfokus pada pelayanan kepada konsumen dan menjaga operasional tetap berjalan.
Pada momentum Hari Buruh, Bm mengaku tidak ada perbedaan dengan hari biasa. Ia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa karena sektor ritel termasuk layanan jasa yang harus tetap beroperasi.
“Kalau semua libur, ya siapa yang melayani pembeli. Jadi tetap tanggung jawab,” katanya.
Terkait jam kerja tambahan, ia menyebut lembur tidak selalu ada dan bergantung pada arahan atasan. Namun, pada hari-hari besar, karyawan dipastikan tetap masuk kerja untuk menjaga operasional toko.
Dari sisi kesejahteraan, Bm menyebut dirinya menerima gaji setara UMK ditambah tunjangan, serta fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. (c2/tar)