Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

May Day! Tak Semua Pekerja di Kediri Dapatkan Libur saat Peringatan Hari Buruh Internasional

Redaksi Radar Kediri • Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:45 WIB
PIlustrasi helm pekerja.
Ilustrasi helm pekerja.
 
KEDIRI, JP Radar Kediri– Peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5) tidak dirasakan sebagai hari libur oleh seluruh pekerja.
Salah satunya Bm, 25, seorang pegawai minimarket di wilayah Kabupaten Kediri. Dia tetap bekerja melayani pembeli sejak pagi.
Bm mengungkapkan, selama empat tahun di tempat kerjanya menerapkan pembagian shift kerja. Dalam sehari, operasional toko dibagi menjadi tiga shift. Yakni shift pagi pukul 07.00–15.00 WIB, shift siang pukul 15.00–22.00 WIB, serta shift malam pukul 22.00–07.00 WIB.
“Setiap shift biasanya diisi dua orang. Jadi tetap harus jalan terus operasionalnya,” ujar Bm.
Baca Juga: Hari Buruh, Menelisik Kelompok Pekerja Rentan (1) Sudahkah Mereka Mendapat Perlindungan Kerja yang Memadai?
Menurutnya, target kerja di tiap toko berbeda-beda. Namun umumnya dikelola oleh bagian sales. Pegawai toko lebih berfokus pada pelayanan kepada konsumen dan menjaga operasional tetap berjalan.
Pada momentum Hari Buruh, Bm mengaku tidak ada perbedaan dengan hari biasa. Ia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa karena sektor ritel termasuk layanan jasa yang harus tetap beroperasi.
“Kalau semua libur, ya siapa yang melayani pembeli. Jadi tetap tanggung jawab,” katanya.
Terkait jam kerja tambahan, ia menyebut lembur tidak selalu ada dan bergantung pada arahan atasan. Namun, pada hari-hari besar, karyawan dipastikan tetap masuk kerja untuk menjaga operasional toko.
Dari sisi kesejahteraan, Bm menyebut dirinya menerima gaji setara UMK ditambah tunjangan, serta fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. (c2/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita
#mayday #kediri #hari buruh