Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas MBG Langsung Turun Uji Laboratorium

Ayu Ismawati • Jumat, 24 April 2026 | 22:07 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan keterangan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat memberikan keterangan.
 
 
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kota Kediri.
Rabu lalu (22/4), kasus keracunan MBG dilaporkan terjadi di tiga lembaga SD di Kecamatan Pesantren.
Yakni, di SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1. Menindaklanjuti temuan itu, Satgas MBG Kota Kediri langsung turun tangan untuk lakukan uji laboratorium.
Dikonfirmasi terkait itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membenarkannya. Paket MBG itu didistribusikan oleh SPPG Tempurejo.
Dengan menu yang terdiri dari roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak arik, sup kacang merah dan kentang, serta buah kelengkeng.
Diduga keracunan itu dipicu oleh masakan ayam yang diolah tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Sebanyak 73 anak mengeluhkan pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.
Baca Juga: Uji Kelayakan Menu sebelum Bagikan MBG untuk Pastikan Kelayakan, Warga Kediri Diminta Laporkan ke SPPG Jika Ada Menu Tidak Sesuai
“Sekolah melaporkan secara resmi kejadian keracunan MBG ini kepada dinas kesehatan. Dan kepala dinas kesehatan langsung mengambil sampel, dari hasil sampel itu memang ditemukan bakteri e-coli,” ungkap Vinanda, ditemui di Balai Kota Kediri, Jumat petang (24/4). 
Menindaklanjuti temuan itu, Satgas MBG Kota Kediri langsung melakukan observasi di sekolah yang ditangani SPPG Tempurejo.
Salah satunya di SDN Ketami 2 dengan korban paling banyak mencapai 53 anak. Termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak terdampak.
Lalu, bagaimana kondisi korban? Vinanda menyebut kondisi seluruh korban sudah membaik.
“Sampai sekarang tidak ada laporan yang sampai dirawat. Keluhannya hanya mual, muntah, pusing, panas, diare. Tapi semuanya sudah masuk sekolah,” ungkap Vinanda sembari menyebut, dokter puskesmas juga proaktif mendatangi korban di sekolah menindaklanjuti temuan itu. 
Adapun Jumat sore (24/4), ia juga memimpin langsung rapat bersama satgas MBG untuk menangani persoalan itu.
Hasilnya, Pemkot Kediri langsung berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Kediri. Utamanya terkait operasional SPPG Tempurejo selanjutnya. 
“Yang jelas ke depannya monitoring dan evaluasi harus semakin ketat. Dan kami juga minta agar SPPG menaati SOP. Jadi memang kami lihat ada beberapa indikasi SOP tidak dijalankan dengan benar,” tandas Vinanda.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Kediri Armeityansyah menyebut, kebijakan BGN saat ini adalah menutup sementara SPPG Tempurejo. Terkait sanksi ke depannya, koorwil masih menunggu arahan dari BGN. 
Terkait pelanggaran SOP, berdasarkan investigasi yang telah dilakukan, diduga ada kesalahan SOP terkait waktu pengolahan masakan.
“Harusnya dilakukan di jam 2 (dini hari). Tapi setelah dikonfirmasi, ternyata lebih awal dari itu. Untuk lebih lanjutnya masih kami dalami,” ungkap pria yang akrab disapa Ian itu. 
Ian mengungkapkan, idealnya SOP juga mencakup pengecekan makanan sebelum didistribusikan. Diduga tahapan itu juga dilewati. 
“Jadi setelah makanan jadi, sebelum diporsi, itu harusnya ada organoleptik. Kemudian sebelum dikirimkan ada tes organoleptik lagi. Kemudian ketika diantarkan di titik pengantaran itu juga ada organoleptik. Ini baru ketika makanan jadi saja yang diuji. Setelahnya ini ada yang terlewat,” ungkap Ian. (ais)
Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #keracunan #Vinanda Prameswati #kota kediri