KEDIRI, JP Radar Kediri– Warga Desa Duwet, Kecamatan Wates menemukan benda yang diduga arca yoni di area persawahan Qomaruddin, warga setempat.
Temuan tersebut sebenarnya sudah lama diketahui pemilik lahan. Namun, benda itu baru disadari sebagai bagian dari cagar budaya setelah dilakukan pemeriksaan beberapa waktu lalu.
Kini, arca tersebut telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk mencegah kerusakan.
Ketua Lembaga Adat Desa Candra David Pratama, mengatakan awalnya pemilik lahan mengira benda tersebut hanyalah batu lumpang biasa.
Namun sekitar tiga bulan lalu, dirinya mendapat informasi dan langsung melakukan pengecekan di lokasi.
Dari hasil pengamatan, benda tersebut diduga kuat merupakan yoni. Salah satu peninggalan budaya masa lampau.
“Awalnya dikira batu biasa. Setelah kami cek, ternyata bentuknya mengarah ke yoni. Jadi kami upayakan untuk diamankan,” ujar Candra.
Keberadaan artefak itu sempat berada di tengah lahan jagung dan cukup mengganggu aktivitas pertanian.
Setelah masa panen, warga bersama lembaga adat berinisiatif memindahkan benda tersebut. Pemilik lahan pun menyetujui langkah tersebut demi pelestarian. Juga agar memudahkan pengelolaan lahan.
Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi arca tersebut diketahui tidak utuh. Bagian pancuran air pada yoni dilaporkan sudah patah.
Begitu pula bagian atas yang mengalami kerusakan. Bahkan, potongan yang hilang tidak ditemukan di sekitar lokasi.
Saat ini, artefak tersebut disimpan sementara di rumah Mbah Sumali, warga setempat yang sebelumnya juga menjadi tempat penyimpanan temuan serupa.
Candra menyebut, temuan ini bukan yang pertama di wilayah tersebut. Sebelumnya, sudah ada empat artefak yang ditemukan di sekitar Desa Duwet.
Baca Juga: Teliti Arca Gayam, Kediri, Bagian yang Hilang Penting untuk Tentukan Sosok dalam Patung Kuno
Karena itu, pihaknya berinisiatif mendorong adanya museum mini desa sebagai sarana edukasi.
Sekaligus pelestarian sejarah lokal. Upaya tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah pembersihan objek dari tanah dan kotoran.
Serta verifikasi dimensi benda yang diduga sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB).
Selain itu, evakuasi ke lokasi aman dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut, meski tetap mempertimbangkan keamanan di lokasi asal.
“Gak harus dibawa ke museum kabupaten. Kalau di lokasi di desa tersebut dirasa cukup aman untuk ODCB itu dan melihat hasil temuan nya juga,” tandas Mustika.
Editor : Andhika Attar Anindita