Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Musim Tanam, Pemkot Kediri Gelar Sidak ke Kios Pupuk Bersubsidi, Ini Hasilnya!

Ayu Ismawati • Kamis, 23 April 2026 | 06:00 WIB
Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kota Kediri saat mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di salah satu kios di Kelurahan Bawang, Pesantren, Rabu (22/4). (Foto: Ayu Isma)
Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kota Kediri saat mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di salah satu kios di Kelurahan Bawang, Pesantren, Rabu (22/4). (Foto: Ayu Isma)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki musim tanam, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kota Kediri melakukan sidak ke kios pupuk.

Hasilnya, meski tidak ada stok yang kosong, namun untuk petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi dalam jumlah banyak harus menunggu selama 2-3 hari.

Untuk diketahui, alokasi pupuk bersubdisi Kota Kediri tahun 2026 mencapai 528 ton untuk jenis urea. Kemudian NPK 1.259 ton, organik 91 ton, serta ZA 105 ton. 

Penambahan subsidi subsidi pupuk dari pemerintah mulai Oktober 2025 lalu memang berdampak pada penurunan harga. Namun, kuota atau alokasi pupuk tahun ini justru menurun. 

Baca Juga: Pupuk ZA Baru Terserap 41 Persen, Tak Maksimal karena Turun setelah Penanaman Selesai

“Kurang lebih sekitar 30 persen turunnya. Tentunya berpengaruh bagi petani, tapi setidaknya dari kami berupaya agar pupuk bersubsidi ini bisa tersalur tetap sasaran, tepat waktu, tepat harga, dan tidak ada permasalahan,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri M. Ridwan.

Karenanya, disperdagin tak hanya meninjau penyaluran di tingkat kios. Melainkan juga berkoordinasi dengan para kelompok tani (poktan).

Edukasi ke poktan yang disampaikan itu diharapkan dapat mendukung ketertiban penyaluran pupuk bersubsidi. 

“Ini tadi (22/4) tidak ada temuan yang signifikan. Semua tertib, tidak ada kendala berarti. Kalaupun ada keluhan dari masyarakat, itu wajar,” lanjut Ridwan.

Dia mencontohkan, keluhan dari petani yang lahannya luas. Saat butuh pupuk mereka harus menunggu 2–3 hari. “Itu yang membuat petani terkadang mengeluh,” urai Ridwan ditemui di salah satu lokasi sidak di Kelurahan Bawang, Pesantren.

Baca Juga: Sidak Pasar, Temukan Sembako di Atas HET di Kediri, Ini Yang Wajib Diperhatikan Pedagang!

Jelang musim tanam, Ridwan menyebut distribusi pupuk bersubsidi masih berjalan lancar. Dari sejumlah kios yang didatangi kemarin, semuanya masih memiliki stok pupuk.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Kediri Yohan Pramuda mengatakan, meski jatah petani berkurang, namun mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi tahun ini lebih mudah.

Harganya pun lebih murah 20 persen. Imbas penambahan subsidi dari pemerintah. 

“Mudah-mudahan di tahun ini produktivitas kita bisa meningkat dengan support seperti ini,” harapnya.

Untuk menyiasati pengurangan alokasi pupuk, petani harus tetap memadukan dengan pupuk nonsubsidi. Namun, pada umumnya di akhir tahun akan dilakukan realokasi jika kekurangan pupuk.

Baca Juga: Tren Produksi Padi Kota Kediri Turun Separo, Dipicu Alih Fungsi Lahan dan Penggantian Komoditas

Di sisi lain, petani saat ini juga dihadapkan dengan pengelolaan tanah yang masih kurang menjadi perhatian. Pemupukan yang melebihi dosis kerap berdampak pada menurunnya kualitas tanah.

Mindset petani kalau pupuk diaplikasikan di tanaman, pasti lebih subur. Ternyata yang dibutuhkan perawatannya bukan tanamannya, tetapi tanahnya,” ungkap Yohan.

Untuk itu, selain memastikan tepat sasaran, edukasi kepada petani juga dilakukan dengan lebih menyeluruh. Salah satunya, memastikan pemupukan dilakukan dengan tepat dosis. (ais/ut)

         

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pupuk bersubsidi #petani #dinas perdagangan #sidak #pupuk