KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemerintah Kota Kediri memperingati Hari Kartini dengan cara yang unik.
Kemarin (21/4), Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Ketua Bhayangkari Kota Kediri Yani Anggi gowes keliling Kota Kediri.
Finish di Taman Brantas, mereka lantas melakukan aksi bersih-bersih bantaran Sungai Brantas bersama puluhan ‘Kartini’.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Ketua Bhayangkari Kota Kediri Yani Anggi gowes usai apel pagi di halaman balai kota. Memakai setelan pakaian berbahan kain tenun ikat, Vinanda bersepeda menuju Taman Brantas.
Di sana, rombongan menebar ribuan benih ikan endemik ke Sungai Brantas. Diakhiri aksi bersih-bersih taman dan bantaran sungai.
“Ini (tebar benih ikan dan bersih-bersih bantaran) adalah langkah kita bersama untuk tetap melanjutkan perjuangan ibu Raden Ajeng Kartini. Karena berkat beliau, kita, terutama perempuan, bisa memiliki kesempatan untuk bermimpi tinggi,” ujar Vinanda.
Bersepeda dan menebar benih ikan endemik kemarin menurut Vinanda dipilih bukannya tanpa alasan. Baginya, perjuangan Kartini tidak hanya dimaknai sebagai upaya penyetaraan akses di bidang pendidikan. Melainkan juga spirit Kartini menjaga bumi yang juga diadaptasi pemkot.
“Kami ingin menyosialisasikan bahwa dulu Kartini memperjuangkan bukan hanya di pendidikan saja. Tetapi bidang lingkungan beliau juga berjuang. Itu yang ingin kami sosialisasikan kepada masyarakat Kota Kediri,” tuturnya.
Selain itu, peringatan Hari Kartini sekaligus Hari Bumi kemarin juga berlangsung penuh warna. Para perempuan yang memakai baju adat, terutama kebaya, terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan.
Demikian pula ASN laki-laki yang kemarin memakai busana khas daerah.
“Ini menunjukkan kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia. Kami ingin melestarikan budaya yang ada di Indonesia, khususnya Kota Kediri,” terang Vinanda.
Untuk diketahui, benih yang ditebar di Sungai Brantas kemarin khusus ikan endemik. Tujuannya untuk melestarikan ikan lokal sekaligus menjaga ekosistem sungai yang membelah Kota Kediri tersebut.
Sedikitnya ada tujuh ribu benih ikan yang disebar. Sebanyak enam ribu di antaranya berasal dari Komunitas Wild Water Indonesia (WWI) Kediri. Adapun sisanya dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.
Jenis ikan lokal yang ditebar itu meliputi ikan Sengkaring atau ikan Dewa, Gurami, dan Tawes.
Koordinator Wild Water Indonesia (WWI) Kediri Bima Nuryawan mengatakan, tidak semua ikan boleh ditebar di Sungai Brantas. Melainkan hanya ikan endemik yang boleh ditebar ke alam bebas atau perairan umum.
“Ada aturan yang diterbitkan pemerintah, bahwa ikan yang boleh ditebar di perarian umum adalah ikan lokal. Ikan lokal ini historinya harus ada di tempat penebaran. Hari ini kan di Sungai Brantas, sehingga ikan yang kami bawa ini adalah ikan-ikan yang endemik dan historinya ada di Sungai Brantas,” tandas Bima. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita