JP Radar Kediri – Selain pengusutan kasus kematian MAM, 4, oleh Polres Kediri Kota, Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) fokus memulihkan mental Fit, 6; dan Fif, 5; yang tak lain adalah kakak korban. Dua anak yang kini menempati salah satu yayasan di Mojoroto tersebut juga mendapat pendampingan secara intensif dalam proses adaptasinya.
Kepala UPT PPA Kota Kediri Suwarsi mengatakan, pihaknya langsung bergerak Fit dan Fif setelah kematian MAM akibat kekerasan yang dilakukan oleh neneknya mencuat. "Kami langsung terjun untuk mengamankan dua anak lainnya. Sekarang sudah dalam penanganan dan perlindungan kami," ungkap Suwarsi.
Lebih jauh Suwarsi menyebut, sebelumnya tidak pernah ada laporan terkait kondisi keluarga mereka. Karenanya, fokus PPA sekarang melakukan penanganan terhadap dua korban.
Baca Juga: Nenek MAM Jadi Tersangka Penganiayaan Balita di Ngronggo Kediri, Ini Penyebab Utama Kematian MAM!
Selain perlindungan fisik, PPA juga tengah membantu mengurus administrasi kependudukannya. Bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri, mereka membuatkan kartu keluarga (KK). Sehingga, pendidikan dua anak tersebut ke depan lebih terjamin.
Terpisah, Psikolog UPT PPA Kota Kediri Novarida Maulidya menuturkan, proses pemulihan trauma (trauma healing) dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Saat ini, kedua anak tersebut sengaja diberi jarak dari lingkungan luar agar bisa beradaptasi dengan suasana yang baru.
"Secara psikologis trauma pasti ada. Saat ini fokus kami adalah pemulihan mental supaya nanti saat kembali ke masyarakat mereka bisa diterima dengan baik dan tidak merasa dijauhi," ujar Novarida.
Meski anak-anak diberi jarak agar bisa beradaptasi, menurut Nova pihaknya tetap melakukan pemantauan rutin. Setiap hari ada petugas UPT yang berjaga dan memantau kondisi Fit dan Fif.
UPT PPA juga membatasi ketat akses pihak luar yang ingin menemui mereka untuk menjaga stabilitas emosional anak. Selebihnya, pemkot fokus agar anak-anak mendapat pendidikan yang layak.
Tidak hanya pendidikan akademik saja. Melainkan juga pendidikan keagamaannya. Dengan konsep sekolah alam, menurutnya akan sangat bagus untuk perkembangan anak.
Bagaimana nasib Fit dan Fif ke depan? Suwarsi menegaskan, keputusan apakah mereka akan dikembalikan ke keluarga atau tetap di ruang aman, masih menunggu hasil diskusi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Nanti kami diskusikan bersama dinas sosial dan dinas pendidikan untuk mencarikan solusi terbaik bagi masa depan mereka," jelasnya.
Untuk diketahui, selain menangani dua kakak MAM, UPT PPA juga
menggelar trauma healing bagi anak-anak di sekitar lokasi kejadian. Yakni di RT 3 RW 6 Kelurahan Ngronggo. Langkah ini diambil karena banyak teman sebaya korban yang merasa terguncang.
"Anak-anak tetangga juga trauma karena mereka teman bermain korban (MAM). Kami ingin trauma itu hilang dan mereka kembali merasa aman," jelas Suwarsi. (na/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita