KEDIRI, JP Radar Kediri- Tahun ini, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung lebih kering dan lebih lama dari biasanya.
Kondisi itu juga diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. Adapun kebakaran lahan dan kekeringan menjadi bencana yang diwaspadai selama musim kemarau mendatang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto membenarkan terkait prediksi kondisi kemarau dari BMKG itu.
Penyebab kondisi itu di antaranya fenomena penguatan El Nino hingga penurunan curah hujan.
“Yang paling penting itu mewaspadai kebakaran. Begitu memasuki musim kemarau, diimbau tidak bakar sampah sembarangan. Karena kemarau lebih bahaya begitu ada api, lebih mudah merambat,” ungkap Joko.
Baca Juga: Lipsus Kemarau Panjang 2026: BPBD Lakukan Mitigasi dan Pemetaan Dini.
Kasus kebakaran selama kemarau yang kerap dilaporkan meliputi kebakaran lahan tebu. Sedangkan untuk kebakaran lahan skala besar, Joko mengatakan potensi itu kecil terjadi di Kota Kediri. Imbas lahan yang terbatas.
Adapun berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau baru terjadi secara merata pada Mei mendatang.
Dengan demikian, saat ini beberapa wilayah—termasuk Kota Kediri—masih berada pada fase peralihan cuaca atau pancaroba. Selama periode ini, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
“Selama pancaroba ini bisa mengurangi intensitas berpergian karena cuaca ekstrem masih sering terjadi,” sambung Joko.
Baca Juga: Cuaca Terik dan Panas Menyengat Dirasakan Warga Kediri Raya, ini Penyebabnya
Selain itu, kekeringan juga menjadi bencana yang harus diantisipasi selama kemarau. Joko mengatakan, di Kota Kediri belum pernah terjadi kekeringan ekstrem.
Namun, ada beberapa wilayah yang secara historis rentan kesulitan air.
“Beberapa tahun lalu di Kelurahan Pojok sempat dari PDAM memberikan bantuan di sana berupa air. Tapi cuma sebentar,” bebernya.
Mengantisipasi itu, Joko mengatakan upaya pencegahan akan dilakukan. Masyarakat juga diimbau agar mewaspadai ancaman kekeringan itu. Di antaranya dengan menghemat penggunaan air mulai sekarang.
“Kalau sesuai prediksi bulan Mei baru mulai kemarau. Tapi mulai sekarang juga sudah mulai terasa panas,” pungkas Joko. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita