Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wali Kota Kediri Vinanda Bawa Dua Korban Lain Penganiayaan Anak Ngronggo ke Yayasan, Jamin Beri Perlindungan

Ayu Ismawati • Jumat, 17 April 2026 | 22:52 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat bersama anak-anak terdampak kekerasan di Yayasan Sahhala, Mojoroto. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat bersama anak-anak terdampak kekerasan di Yayasan Sahhala, Mojoroto. (Foto: Istimewa)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kota Kediri langsung turun tangan menyikapi peristiwa penganiayaan yang merenggut nyawa MAM, 4, balita di Kelurahan Ngronggo.

Dinas Sosial Kota Kediri juga menerjunkan pendamping rehabilitas sosial untuk korban anak.

Kamis sore (16/4), Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga membawa dua korban anak lainnya ke yayasan di Kelurahan Mojoroto. 

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, pendamping rehabilitasi sosial sudah digerakkan untuk mendampingi Fit, 6, dan Fif, 5. Dua kakak MAM itu juga tak luput dari kekerasan.

“Pendampingan psikologis juga akan diberikan kepada korban anak-anak lainnya,” ungkap Imam. 

Baca Juga: Update Kasus Tewasnya Bocah Asal Ngronggo Kota Kediri: Polisi Mintai Keterangan Orang Tua, Nenek, dan Sepupu Korban

Pendampingan tersebut menurut Imam sesuai instruksi Vinanda usai menemui dua korban. Demikian pula bantuan pengobatan yang dibutuhkan oleh mereka. 

Senada dengan Imam, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memastikan Pemkot Kediri akan melindungi Fit dan Fif. Pemerintah daerah menurutnya juga akan menjamin masa depan kakak beradik itu.

Untuk sementara, Fit dan Fif akan tinggal di Yayasan Sahhala Kelurahan Mojoroto.

“Pemerintah Kota Kediri merasa sangat prihatin terhadap kejadian ini. Anak-anak ini seharusnya kita jaga, kita rawat, tetapi malah mendapat perlakuan yang seperti ini,” lanjut Vinanda usai berbincang dengan korban pada Kamis (16/4) sore.

Baca Juga: Fakta Baru Tewasnya Bocah di Ngronggo Kota Kediri, Dua Suadara Korban juga Alami Penganiayaan

Karenanya, demi keamanan dua anak tersebut pemkot akan mendampingi korban. Selebihnya, mereka juga akan memulihkan kondisi psikologis dan fisiknya. 

“Setiap hari nanti psikolog akan mendampingi dan memantau psikis dari anak-anak terdampak kekerasan. Dan nanti dari dinkes siap turun untuk memantau kondisi kesehatan anak setiap hari,” tandas Vinanda.

Di tempat tinggal sementara itu, Vinanda berharap psikologis anak-anak segera pulih. Di sana, mereka akan tinggal dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.

“Di sini tadi (16/4) adik-adik sudah mulai mau berbicara. Mau bermain dan berkenalan dengan teman-teman lainnya. Harapannya mereka tidak merasa kesepian,” paparnya. 

Selain mendampingi korban, menurut Vinanda pemkot juga akan memproses kebutuhan data kependudukan korban. Termasuk berkoordinasi dengan keluarga terdekat untuk mendukung pemulihan mereka.

Baca Juga: Miris! Bocah Tiga Tahun di Ngronggo Kota Kediri Tewas usai Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Begini Kronologinya

Selama di rumah sementara itu, Ketua Yayasan Sahhala Ulya menyebut Fit dan Fif akan mengikuti berbagai kegiatan yang beragam. Dua kakak MAM itu bisa tinggal di yayasan dan belajar hingga SMA. 

 “Kalau di sini anak-anak memang merdeka. Merdeka bermain, berkreasi, berekspresi. Tetapi merdeka bukan berarti bebas. Tetap ada aturan-aturan. Dan selama 24 jam anak-anak bisa berkegiatan layaknya pondok,” jelas Ulya.

Bagaimana dengan nasib pendidikan mereka? Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima data terkait korban maupun status pendidikannya.

Namun, pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan nantinya anak-anak tersebut bisa menempuh pendidikan. 

“Kemarin masih di ranahnya dinsos dan pemberdayaan perempuan. Kami masih tunggu perkembangan,” ungkap Mandung.

Baca Juga: Balita Hilang Asal Mojo Kediri Ketemu Tak Bernyawa Mengapung di Kolam Pancing Mangkrak, Polisi Pastikan Hal Ini!

Peristiwa penganiayaan terhadap MAM mengungkap fakta baru. Yakni, data kependudukan korban dan saudara-saudaranya tidak tercatat di Kota Kediri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri Marsudi Nugroho mengatakan, tahun 2025 lalu Ria Novita Sari mencatatkan kartu keluarga di Kota Kediri dengan nama dia sendiri. Adapun data kependudukan tiga anaknya belum tercatat.

“Anak ini tidak tercatat di SIAK Kota Kediri,” jelas Marsudi yang kemarin juga berkoordinasi dengan Dispendukcapil Tanjungpinang, tempat tiga bocah itu lahir. (ais/ut)

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#wali kota kediri #penganiayaan #dinas sda dki jakarta #Vinanda Prameswati #rehabilitasi sosial