KEDIRI, JP Radar Kediri-Setelah menerima bantuan pangan (banpang) Maret lalu, ribuan warga miskin di Kota Kediri kembali mendapat bantuan beras.
Pemkot Kediri menggerojok 34 ton beras untuk sekitar empat ribu penerima manfaat. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, program ATM beras memasuki tahun kedua. Untuk alokasi Januari – Februari, total ada 4.285 penerima manfaat.
Mereka bisa mulai mengambil jatah berasnya melalui kantor kelurahan masing-masing.
“Karena kemarin sebelum Lebaran kan ada (penyaluran) banpang yang bantuan beras juga. Sehingga baru kami salurkan ATM beras (alokasi Januari-Februari) setelah Lebaran ini. Nanti yang Maret dan April Insya Allah kami salurkan di bulan Mei,” kata Vinanda, ditemui usia meninjau penyaluran ATM beras Kelurahan Pocanan di depan rumah dinas wali kota kemarin (16/4).
Di awal tahun ini, jumlah penerima manfaat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025 lalu, calon penerima manfaat hanya 3.390. Dengan jumlah yang tersalur mencapai 2.928 penerima manfaat karena ada beberapa yang statusnya meninggal dan pindah domisili.
Perubahan data KPM itu menyesuaikan pembaruan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Ada penambahan jumlah penerima ini karena kami selalu survei. Kira-kira ini desilnya naik atau tidak. Kalau ada yang desilnya naik menjadi desil 5 atau 6, ya kami keluarkan. Saat ada yang turun desil, ya kami masukkan. Jadi ada beberapa penerima baru,” sambung Vinanda.
Baca Juga: Kini Ribuan Warga Kota Kediri Bisa Ambil Beras Lewat ATM, Ada Puluhan Titik yang Melayani
Dia mencontohkan, seperti di Kelurahan Pocanan yang penerima manfaatnya kemarin mencapai 24 orang. Sebelumnya, di sana hanya ada 12 penerima manfaat.
Dengan pembaruan data itu, diharapkan penyaluran bantuan sosial itu juga bisa tepat sasaran.
“Kami minta dukungan dari seluruh masyarakat. Artinya harus sama-sama memantau pelaksanaan atau pendistribusian dari program ATM beras. Agar program ini betul-betul diterima oleh yang berhak,” tandasnya.
Untuk menyalurkan bantuan beras kepada warga dari desil 1 – 4 itu, Pemkot Kediri menggelontorkan beras hingga 35 ribu kilogram. Bantuan itu mulai disalurkan serentak di masing-masing kelurahan.
Baca Juga: Update Terbaru! Dinsos Kota Kediri Mulai Pemutakhiran Data DTSEN, Cek Validitasnya Sekarang
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, penerima manfaat dan jumlahnya akan selalu disesuaikan dengan DTSEN. Sehingga belum tentu setiap orang terus menjadi penerima manfaat.
Selain itu, penerima manfaat ATM beras ini khusus mereka yang belum tercover bantuan dari Pusat.
“Tapi bisa jadi yang tahun ini menerima, tahun depan juga menerima lagi. Sepanjang dia masih penghuni desil 1 sampai 4 dan dia belum pernah menerima bantuan dari Pusat,” kata Imam.
Untuk alokasi dua bulan itu, setiap penerima manfaat mendapatkan 10 liter beras. Dinas sosial memberi waktu selama satu minggu bagi KPM untuk mengambil jatah berasnya di kelurahan masing-masing.
“Tapi untuk kelurahan yang sedikit penerimanya, biasanya satu hari ini sudah selesai,” pungkasnya. (ais/ut)