KEDIRI, JP Radar Kediri– Cuaca ekstrem masih mengintai Kediri dan sekitarnya dalam sepekan ke depan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.
Kondisi ini ditandai dengan pola cuaca yang cenderung panas pada pagi hingga siang hari.
Kemudian berubah menjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat pada sore hingga malam hari. Meski demikian, durasi hujan diperkirakan tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan Laut Berkurang di Kota Kediri, Ini Dampaknya ke Pedagang!
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha menyebut, kondisi ini dipengaruhi masa peralihan musim.
“Sepekan ke depan masih berpotensi hujan sedang hingga lebat. Ini termasuk cuaca ekstrem, tapi durasinya tidak lama,” ujar Satria.
Dia menjelaskan, saat ini wilayah Kediri tengah memasuki masa pancaroba dari musim hujan menuju kemarau.
Pada periode ini, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang hingga puting beliung bisa terjadi.
“Ada potensi hujan es juga,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula pengaruh fenomena gelombang Rossby yang turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi tersebut membuat cuaca menjadi tidak stabil. Meski secara umum wilayah Kediri diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei mendatang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari.
Serta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang dan genangan air.
Satria menegaskan selama masa pancaroba, atmosfer cenderung tidak stabil.
Sehingga dia meminta untuk waspadai potensi jujan lebat durasi singkat.
Angin kencang dan puting beliung. Sambaran petir atau kilat serta hujan es.
Editor : Andhika Attar Anindita