JP Radar Kediri- Bus masih menjadi alternatif pilihan transportasi mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri mencatat sebanyak 212.990 penumpang datang dan berangkat melalui terminal tersebut.
Jumlah itu terhitung selama periode arus mudik dan balik Lebaran, mulai 13 – 30 Maret lalu.
Meski penggunanya masih tinggi, namun data tahun ini menunjukkan tren penurunan dari sebelumnya.
Berdasarkan data rekapitulasi Posko Angkutan Lebaran 2026, puncak kepadatan terjadi pada H+7 Lebaran.
Atau pada Sabtu (28/3) lalu dengan grafik penumpang mencapai titik tertinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Di hari itu, pergerakan penumpang mencapai 19.482 orang, baik dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Baca Juga: Penerbangan Lebaran di Bandara Internasional Dhoho Kediri Naik Signifikan, Tembus 2.973 Penumpang
Kepala Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri Dukut Siswantoyo mengatakan, karakter kepadatan di Kediri selalu terjadi saat arus balik.
Hal itu dipicu warga Kediri, baik pekerja maupun pelajar, yang kembali ke perantauan secara bersamaan.
“Paling ramai arus balik. Tujuan dalam provinsi mayoritas ke Surabaya, sedangkan luar provinsi didominasi ke Jakarta,” ungkapnya.
Dukut membeberkan, jumlah armada bus yang melintas sejak 13 - 30 Maret mencapai 10.250 armada.
Terdiri dari 1.942 bus AKAP dan 8.308 bus AKDP. Adapun dibandingkan momen Lebaran 2025, jumlah penumpang tahun ini mengalami tren penurunan.
Baca Juga: Arus Balik, Terminal Tamanan Kediri Dipadati penumpang
Yaitu sekitar 17,69 persen dari angka sebelumnya yang mencapai 258.756 orang. Menurunnya jumlah penumpang ini disinyalir dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Widodo, salah satu agen PO bus di Terminal Tamanan menyebutkan, penurunan itu juga dipicu masa libur Lebaran yang singkat.
Selain itu, beralihnya penumpang ke moda transportasi lain juga menjadi pemicu utama.
“Meskipun bus terisi penuh sejak arus balik, tapi dibandingkan tahun sebelumnya ini agak sepi. Mungkin banyak yang beralih pakai kereta api karena lebih nyaman dan harganya hampir sama,” tengarainya.
Editor : Andhika Attar Anindita