Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bagaimana Peluang Kereta Bandara Internasional Dhoho Kediri? Begini Kata Dirjen Perkeretaapian

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 1 April 2026 | 06:00 WIB
TUSLA: Kereta Api saat melewati perlintasan di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.Kereta Api saat melewati perlintasan di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Kereta bandara menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dikembangkan di kota-kota besar. Moda ini memudahkan mobilitas penumpang pesawat dari pusat kota menuju bandara. 

Layanan serupa bahkan telah tersedia di sejumlah bandara besar di Indonesia. Seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Medan.

Lantas bagaimana peluang pengembangan kereta bandara di Bandara Internasional Dhoho Kediri?

Hingga saat ini rencana pembangunan kereta api menuju Bandara Dhoho belum masuk dalam program pembangunan nasional.

Baca Juga: Penerbangan Lebaran di Bandara Internasional Dhoho Kediri Naik Signifikan, Tembus 2.973 Penumpang

“Untuk saat ini rencana pengembangan kereta Bandara Dhoho Jawa Timur belum ada karena belum masuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional),” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Denny Michels Adlan.

Menurut dia, Bandara Dhoho masih tergolong baru. Perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk pembangunan bandara tersebut baru dilakukan pada 2022 lalu.

Karena itu, pemerintah masih perlu melihat tren serta potensi kebutuhan kereta menuju bandara dalam beberapa tahun ke depan.

“Perlu ditinjau dan dievaluasi tren serta potensi demand kebutuhan angkutan kereta ke Bandara Dhoho dalam tiga tahun ke depan. Sehingga bisa terlihat apakah memang dibutuhkan dan feasible,” tutur Denny.

Meski belum masuk rencana pembangunan, Denny menyebut secara teknis jalur kereta menuju Bandara Dhoho memungkinkan untuk dikembangkan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan stasiun yang sudah ada di jalur utama.

Dia menjelaskan, Stasiun Susuhan dapat dikembangkan menjadi titik belok dari jalur kereta utama.

Dari titik tersebut kemudian dibangun jalur baru menuju kawasan bandara dengan panjang sekitar 10 kilometer.

“Pengembangannya bisa melalui Stasiun Susuhan sebagai titik belok dari jalur utama. Lalu didukung pembangunan jalur baru sekitar 10 kilometer menuju bandara,” jelasnya.

Namun, menurut dia, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi jika proyek tersebut benar-benar direalisasikan.

Salah satu yang paling sering menjadi kendala dalam pembangunan jalur kereta baru adalah proses pembebasan lahan.

Baca Juga: Jadwal Terbang Bandara Dhoho Ideal Tambahan Penerbangan Minggu Perkuat Konektivitas Daerah

Selain itu, potensi persoalan sosial di masyarakat juga perlu diantisipasi sejak awal.

Karena itu, studi kelayakan serta sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah penting. Terutama jika rencana tersebut mulai digagas.

“Pembebasan lahan dan masalah sosial biasanya menjadi isu utama. Karena itu perlu studi sejak awal serta dukungan dan inisiasi dari pemerintah daerah,” jelas Denny.

Dia menambahkan, dengan kondisi saat ini pengembangan kereta bandara di Kediri masih lebih realistis dalam jangka panjang.

Apalagi Bandara Dhoho saat ini baru dilayani satu maskapai penerbangan. Yakni Super Air Jet.

Menurut dia, potensi pengguna kereta bandara sangat bergantung pada jumlah maskapai. Serta penumpang yang dilayani bandara tersebut.

Semakin banyak penerbangan dan penumpang maka kebutuhan transportasi menuju bandara juga akan meningkat.

“Pengguna KA bandara biasanya berbanding lurus dengan jumlah maskapai yang dilayani di bandara tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Favorit, Ini Kata Penumpang!

Di sisi lain, pemerintah juga tengah merencanakan pembangunan Tol Kediri–Tulungagung yang nantinya menjadi salah satu akses menuju Bandara Dhoho.

Kehadiran tol tersebut dapat menjadi alternatif transportasi darat menuju bandara.

“Dengan adanya rencana tol Kediri–Tulungagung yang memberikan opsi akses tambahan ke bandara maka kebutuhan integrasi moda kereta api perlu ditinjau kembali melalui studi kelayakan,” pungkasnya. (sad/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kereta bandara #kereta api #bandara dhoho kediri