Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gelombang Balik Mudik Lebaran Jalur Darat hingga Kereta Api Dimulai, Mengkreng Kediri Macet Sampai 1,7 KM

Emilia Susanti • Selasa, 24 Maret 2026 | 23:17 WIB

 MENGULAR: Kepadatan kendaraan yang terjadi di tiga sisi pertigaan Mengkreng difoto dari udara. Polisi lakukan rekayasa lalu lintas hingga pengalihan arus di beberapa titik.
MENGULAR: Kepadatan kendaraan yang terjadi di tiga sisi pertigaan Mengkreng difoto dari udara. Polisi lakukan rekayasa lalu lintas hingga pengalihan arus di beberapa titik.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kepadatan arus balik terlihat jelas di beberapa titik di Kabupaten Kediri, Selasa (24/3).

Penumpukan kendaraan itu terjadi di simpang-simpang utama yang ada di wilayah Kabupaten Kediri. Misalnya di Kecamatan Badas, Plemahan, Papar, hingga di Ngadiluwih serta Wates. Tak terkecuali di simpang tiga Mengkreng.

Pada Selasa (24/3) kemarin, kendaraan tampak mengular dari arah Papar menuju simpang tiga Mengkreng. Panjang antreannya kurang lebih 1,7 kilometer.

Lalu, kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan roda empat. Dan plat kendaraannya juga banyak dari luar Kediri. Ada dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Malang, Jakarta, hingga Bandung.

Di simpang tiga Mengkreng, kendaraan yang menumpuk tidak hanya berasal dari arah Kediri saja. Melainkan juga kendaraan yang dari arah Jombang dan Nganjuk.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menerangkan, peningkatan volume kendaraan di simpang tiga Mengkreng sudah terjadi sejak H+1 Lebaran.

Alias hari kedua hari raya Idul Fitri. Hanya saja, peningkatan arus itu mayoritas berasal dari pintul keluar tol Kertosono. Kemudian kendaraan banyak yang menuju arah Kediri, Tulungagung, maupun yang ke Nganjuk.

“Mulai kemarin (Senin, Red) siang sampai hari ini (Selasa, Red), untuk kendaraan dari arah selatan juga meningkat. Terutama adalah mungkin yang akan kembali ke arah tol atau arah utara,” terang perwira menengah yang akrab disapa Bram ini.

Untuk menjaga kelancaran di simpang tiga Mengkreng, pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait pun melakukan beberapa rekayasa arus lalu lintas.

Langkah pertama yaitu dengan pengaturan arus lalu lintas secara manual oleh petugas. Dalam hal ini, petugas akan melakukan penarikan kendaraan pada sisi yang padat.

Selanjutnya, Polres Kediri juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik persimpangan yang lain. Itu dilakukan untuk membagi kepadatan kendaraan. Sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik tertentu.

“Dari arah Kota Kediri, atau selatan, mulai di simpang empat Papar dialihkan melalui simpang empat Bogo, Plemahan, kemudian ke utara melalui jalur Kunjang, Jombang. Dan juga beberapa memilih perjalanan melalui alternatif Pare Jombang,” bebernya saat ditemui di Pos Pelayanan Mengkreng siang kemarin.

Pantauan koran ini, beberapa titik persimpangan di Kabupaten Kediri memang dipadati kendaraan. Mayoritas dari kendaraan roda empat.

Salah satu kepadatan itu terlihat jelas di simpang empat Badas pada siang kemarin. Utamanya dari arah Pare menuju utara. Begitu pula dengan di simpang empat Papar.

Khususnya yang dari arah Kota Kediri menuju utara. Selanjutnya, kepadatan juga terjadi di simpang empat Branggahan, Ngadiluwih.

“Jadi memang kepadatannya rata-rata terjadi di persimpangan yang ada traffict light. Intinya di persimpangan yang ada traffict light, kami bantu penguraian dengan pengaturan manual, jadi lampu traffict light (dimatikan, Red), kami prioritaskan adalah isyarat langsung petugas untuk menarik arus yang lebih padat,” tekannya.

Terakhir, Bram berpesan kepada masyarakat agar senantiasa tertib sekaligus mengikuti arahan dari petugas. Dia meyakinkan bahwa petugas di lapangan akan terus berupaya untuk melakukan pencairan terhadap kepadatan arus lalu lintas. Bahkan petugas tak akan segan-segan menindak pengendara yang “nakal”.

“Imbauan kami agar masyarakat tetap tertib karena beberapa kendaraan termasuk bus sampai hari ini masih kami temukan saja yang ngeblong ataupun yang mendahului, tidak mengikuti antrian, sehingga dapat menghambat arus dari arah berlawanan,” ingatnya sembari menyebut pihaknya telah menindak kendaraan bus yang melanggar peraturan lalu lintas. 

Arus Balik via Kereta Api Diperkirakan Masih Tinggi Sampai 25 Maret

Sementara itu, arus balik Lebaran 2026 jalur transportasi kereta api melalui Stasiun Kediri mulai menunjukkan lonjakan signifikan.

Peningkatan pergerakan penumpang selama arus mudik itu sudah terjadi sejak Minggu (22/3) lalu. PT KAI memprediksi pergerakan penumpang masih relatif tinggi hingga Rabu (25/3) ini.

Kepala Stasiun Kediri Sifion Aris Wibowo mengatakan, lonjakan penumpang selama arus balik angkutan Lebaran sudah mulai terjadi sejak H+1 Idul Fitri.

Sedangkan untuk puncak arus balik via Stasiun Kediri jatuh pada Senin (23/3) lalu. Dengan jumlah penumpang naik dari Stasiun Kediri mencapai 1.485 orang untuk kereta jarak jauh.

“Dan di hari ini (24/3) masih terpantau 1.470 penumpang untuk jarak jauh. Jadi masih cukup tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Aris itu.

Tak hanya kereta jarak jauh saja yang mengalami lonjakan. Kereta lokal juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi.

Pada 22 Maret tercatat sekitar 1.500 penumpang. Kemudian 1.400 penumpang pada 23 Maret, dan hingga pagi kemarin (24/3) masih berada di angka 1.470 penumpang yang berangkat dari Stasiun Kediri menggunakan kereta lokal.

“Yang penumpang turun juga hari ini masih cukup tinggi, di angka 1.600 untuk kereta lokal,” bebernya sembari menyebut, okupansi penumpang masih berada di atas seribu orang per hari.

Tingginya permintaan juga terlihat pada rute jarak jauh, khususnya tujuan Jakarta. Tiket kereta api untuk keberangkatan hingga 25 Maret menurutnya sudah hampir terjual habis.

Kondisi ini seiring dengan jadwal masuk pekerja kantoran yang mayoritas dimulai pada tanggal tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan, PT KAI—lanjut Aris— menambah sejumlah perjalanan kereta. Di antaranya kereta tambahan relasi Blitar–Pasar Senen, serta kereta tambahan dari Malang menuju Gambir yang melintas di Kediri.

Tambahan kereta itu tercatat menambah kuota kursi hingga sekitar 968 kursi.

“Tujuan Jakarta Pasar Senen keberangkatan dari Blitar kami ada Brantas Tambahan. Terus tujuan Jakarta Gambir keberangkatan dari Malang ada Gajayana Tambahan yang terdiri dari 8 kereta eksekutif dan 1 priority. Semuanya melintas di Kediri,” urainya sembari menyebut, untuk seluruh tiket kereta tambahan tersebut juga telah terjual habis.

Secara umum, Aris mengungkapkan peningkatan penumpang pada masa angkutan Lebaran tahun ini mencapai 50 hingga 60 persen dibanding hari biasa.

Meski demikian, tren pergerakan penumpang diperkirakan mulai menurun setelah 25 Maret. 

Sementara itu, mobilitas masyarakat yang meningkat selama arus balik juga nampak dari peningkatan arus lalu lintas. Seperti di Simpang Empat Branggahan yang kemarin masih diwarnai kepadatan volume kendaraan. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, antrean kendaraan memanjang hingga 1,4 kilometer di sisi utara dan selatan persimpangan. Antrean didominasi kendaraan pribadi roda empat dengan plat luar kota. 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kereta api #stasiun kediri #kemacetan #kapolres kediri #balik mudik #lebaran #Simpang mengkreng #Mengkreng