KEDIRI, JP Radar Kediri- Gema takbir diiringi tabuhan musik patrol mewarnai malam takbir di Kota Kediri, Jumat malam (20/3).
Puluhan tim ikut serta memeriahkan Festival Musik Patrol yang digelar oleh Pemerintah Kota Kediri.
Festival itu digelar untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh Sabtu besok (21/3).
Dalam festival itu, setiap tim berlomba menampilkan kreasi musik patrol terbaik. Mayoritas dengan alat musik perkusi.
Seperti kentongan, seruling, tamborin, dan lain sebagainya. Tentunya musik-musik itu mengiringi lantunan takbir dan musik-musik Islami.
"Adanya Festival Musik Patrol ini adalah upaya kita bersama untuk melestarikan budaya. Karena dulu sering ketika malam takbir, masyarakat mengumandangkannya dengan musik tradisional," ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, usai memberangkatkan kontingen.
Dia berharap, festival ini bisa dipertahankan dan menjadi daya tarik Kota Kediri. Adapun tahun ini, menurutnya antusiasme peserta lebih tinggi.
Jika tahun lalu hanya ada 46 peserta dari seluruh kelurahan, tahun ini lebih ramai dengan partisipasi tim pelajar.
Total ada 16 peserta dari lembaga pendidikan yang ikut memeriahkan acara itu. Vinanda berharap, kegiatan ini bisa kembali digelar tahun depan dengan lebih meriah.
"Karena jarang sekarang (perayaan malam takbir) pakai musik tradisional. Malah kebanyakan sekarang pakai sound horeg. Maka dari itu Pemkot Kediri ingin mewadahi masyarakat dan anak-anak muda untuk tetap bisa berekspresi tanpa menghilangkan sentuhan tradisi," harapnya.
Adapun peserta festival itu memang tak sedikit dari kalangan anak muda. Termasuk dari pelajar SMP/sederajat maupun SMA/sederajat.
Salah satunya Ahmad Agis Muzaky, 12, peserta asal Kelurahan Ngampel, Mojoroto. Dia bersama teman-temannya mewakili kelurahan untuk menampilkan pertunjukan musik patrol.
Setiap bulan Ramadan, tradisi itu menurutnya masih tetap dilestarikan. "Setiap bulan Ramadan anak-anak sudah sering membangunkan sahur dengan musik patrol. Jadinya kami yang dipilih untuk mewakili kelurahan ikut acara ini," ungkap pelajar SMP itu.
Uniknya, mereka lebih banyak memanfaatkan barang bekas sebagai instrumennya. Selain kentongan, mereka juga menggunakan galon, kaleng bekas biskuit, wadah bekas cat, hingga botol kaca bekas sirup.
"Seru juga bisa ikut festival patrol bisa lihat peserta-peserta lainnya yang lebih banyak tahun ini. Dan senang juga bisa dipilih lagi untuk mewakili kelurahan," ungkap remaja yang akrab disapa Agis itu. (ais)
Editor : Andhika Attar Anindita