KEDIRI, JP Radar Kediri – Kian dekat dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus para pemudik yang datang atau melewati Kediri semakin banyak.
Kepadatan terlihat di ruas-ruas jalan, baik di kota maupun Kabupaten Kediri.
Sedangkan jumlah penumpang yang turun di Stasiun Kediri mencapai ribuan dalam sehari.
Berdasarkan data dari Stasiun Kereta Api Kediri, jumlah penumpang yang turun dari kereta lokal Kamis (19/3) mencapai 1.016 orang.
Sedangkan yang menggunakan kereta jarak jauh sebanyak 793 penumpang.
“Itu berdasarkan data pada Minggu (15/3, Red), jumlah penumpang turun menggunakan kereta lokal maupun jarak jauh di Stasiun Kediri pada Kamis (19/3) ini mencapai ribuan,” terang Kepala Stasiun Kediri Sifion Aris.
Menurut Aris, berdasarkan data per Rabu (18/3), total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 di wilayah DAOP 7 Madiun mencapai 323.465 pelanggan.
Rinciannya penumpang naik 150.826 orang. Sedangkan yang turun ada 172.639 penumpang.
“Pergerakan masyarakat di wilayah Stasiun Kediri menunjukkan tren peningkatan tajam. Itu dipicu oleh dimulainya masa libur sekolah. Juga libur kantor pemerintah maupun swasta,” imbuhnya.
Tingginya penumpang kereta api sudah terdeteksi sejak periode pra-Lebaran, 11-20 Maret. Tercatat ada 174.219 penumpang. Dari jumlah itu 61.077 pelanggan naik dan penumpang 113.142 pelanggan turun.
Sedangkan volume tertinggi sementara terjadi Selasa (17/3). Yang mencatat 21.681 orang. Rinciannya, 7.963 pelanggan naik dan 13.718 turun.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang musim Lebaran ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengoperasikan 264 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).
Periodenya adalah 11 Maret hingga 1 April 2026. Rata-rata terdapat 12 perjalanan KAJJ per hari.
Di luar perjalanan KA Motor Gratis (Motis) yang juga turut mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
“KAI Daop 7 Madiun terus berupaya menghadirkan perjalanan mudik yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Dengan dukungan operasional yang optimal, kami berharap seluruh pelanggan dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan,” pungkasnya.
Sementara, di jalan raya, kepadatan juga sangat terasa.
Terutama di beberapa persimpangan besar seperti Jongbiru dan Branggahan. Peningkatan yang terjadi mencapai 50 persen.
Di Simpang Empat Jongbiru, Gampengrejo, kendaraan dari arah utara, arah Surabaya, jauh lebih banyak dibanding tiga arah lain.
Mereka adalah kendaraan yang hendak masuk ke Kota Kediri maupun hanya sekadar melintas menuju kota-kota lain seperti Tulungagung, Trenggalek, maupun Blitar.
Ketika lampu menyala merah, antrean kendaraan bisa mencapai 200 meter lebih.
Hal serupa juga terjadi di Simpang Empat Branggahan, Ngadiluwih.
Di sini, antrean panjang terlihat dari dua arah, utara maupun selatan. Mengular hingga 200 meter.
“Sudah ada peningkatan namun tidak terlalu padat. Sebab peningkatannya belum signifikan,” jelas Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi kemancetan, pihaknya memasang tolo-tolo atau pembatas jalan.
Hal itu dilakukan, agar kendaraan tidak ngeblong atau mengambil lajur kanan.
“Agar ketika lampu hijau itu tidak tiba-tiba ngeblong. Biasanya bus juga seperti itu, jadi terjadi kemacetan,” jelasnya.
Dia memperkirakan, walaupun saat ini arus lalu lintas masih landai, menurutnya puncak kepadatan akan terjadi pada H+ 2 Hari Raya Idul Fitri. Sebab saat itu warga lokal saling kunjung.
Sementara itu, Kapolsek Kandangan Iptu Winarto Siswomiharjo mengatakan, peningkatan volume kendaraan juga terjadi di simpang tiga Kandangan.
Sebab, daerah itu merupakan penghubung Kediri-Jombang-Malang.
“Paling nanti sore atau malam (kemarin, Red) ada peningkatan volume kendaraan (roda empat pribadi),” jelasnya sembari menyebut bahwa hari ini (20/3) akan menjadi puncak kepadatan.
Peningkatan kendaraan roda dua juga terjadi di simpang tiga Mengkreng, Purwoasri.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kanit Turjawali Ipda Akhlis.
“Peningkatan ada karena sudah H-2. Kendaraan pemudik didominasi roda dua,” jelasnya.
Dia menyebut bahwa peningkatan kendaraan mencapai 30 persen sampai 50 persen.
Untuk menghindari kemacetan, Satlantas Polres Kediri menyiapkan rekayasa arus lalu lintas.
Yakni pemudik dari arah selatan yang hendak ke arah Kertosono, di simpang empat Papar akan diarahkan ke timur.
Sementara itu, untuk yang hendak ke Jombang dilewatkan ke arah Bogo, Plemahan-Kunjang.
“Untuk dari arah Jombang yang hendak ke arah Kediri bisa lewat Kunjang-Bogo, Plemahan,” jelasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita