KEDIRI, JP Radar Kediri- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri turut memantau hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri
Tim memasang tiga teleskop di Menara masjid MAN 3 Kediri, Kamis (19/3).
Sayangnya, pemantauan tidak membuahkan hasil karena terhadang mendung tebal di ufuk.
Sehingga menutupi nampaknya matahari dan hilal. Pemantauan hilal dilakukan sejak matahari terbenam. Yakni pukul 17.44.
Untuk diketahui, lama hilal butuh waktu 6 menit 41 detik. Atau hanya sekitaran 7 menit.
Sehingga, pengamatan hilal hanya ada waktu 7 menit saja dari munculnya hilal sampai hilang.
Sayangnya, dalam pemantauan itu hilal tidak terlihat.
"Hasil pemantauan hilal di Kediri, tepatnya di MAN 3 Kediri tidak terlihat," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz.
Tidak terlihatnya hilal menurut Faiz karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Di ufuk barat terhalang awan mendung tebal. "Jadi dipastikan tidak bisa dilihat," lanjutnya ditemui usai pemantauan.
Meski tidak terlihat di Kabupaten Kediri, menurut Faiz hal tersebut tidak menjadi masalah.
Sebab, masih ada titik lain di seluruh Indonesia yang juga dilakukan pengamatan hilal.
Dari titik pemantauan itu nantinya untuk dikumpulkan sebagai data untuk dilakukan sidang isbat di pusat.
"Hasil pemantauan di sini akan dikirimkan ke kanwil, kanwil dikirim ke pusat untuk dilakukan isbat," jelasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita