KEDIRI, JP Radar Kediri – Hari Raya Nyepi yang bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa bagi masyarakat muslim tak mengurangi kekhidmatan rangkaian acara yang digelar. Seperti saat pelaksanaan prosesi Tawur Kesanga, Rabu (18/3).
Di Kabupaten Kediri, upacara yang mengawali perayaan Nyepi kemarin diikuti ratusan Umat Hindu dari berbagai wilayah. Lokasinya di sekitar Tugu Garuda Pancasila di Jalan Dr Soetomo Pare.
“Upacara ini adalah bentuk harmonisasi alam. Agar hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan tetap selaras,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kediri Yuliono.
Menurutnya, sebelum Tawur Kesanga, juga sudah dilakukan upacara Melasti pada 14 Maret. Tempatnya di Waduk Siman di Desa Siman, Kecamatan Kepung. Kemudian juga ada pawai ogoh-ogoh (8/3) yang berlangsung di Desa Menang, Kecamatan Pagu.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dipisah dengan Tawur Kesanga. Karena itulah, kemarin hanya menampilkan empat ogoh-ogoh sebagai simbol saja.
Hal ini membuat tidak banyak masyarakat yang menyaksikan upacara Tawur Kesanga.
Pemisahan pawai ogoh-ogoh dari Tawur Kesanga dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya tempat upacara di area padat lalu lintas. Karena itu, pawai dipisah lokasi dan waktunya.
“Kalau dikalkulasi, total ogoh-ogoh di Kabupaten Kediri sebenarnya bisa mencapai 60 sampai 70, hanya saja kita pisah pelaksanaannya. Di sini hanya seremonial empat ogoh-ogoh saja karena mempertimbangkan fasilitas umum dan kepadatan jalan,” ucap Yuliono.
Setelah Tawur Kesanga di Tugu Garuda Pancasila, perayaan berlanjut ke masing-masing desa dan kecamatan. Di Kecamatan Kandangan misalnya, terdapat tiga desa yang menggelar pawai ogoh-ogoh sekitar 25 karya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dalam momentum hari besar keagamaan yang berdekatan. Menurutnya, kondusivitas wilayah menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan saling menghormati satu dengan lainnya. Di wilayah yang masyarakatnya melaksanakan dua hari
Di Kota Kediri, pelaksanaan Tawur Kesanga berlangsung sore hari, kemarin (18/3). Lokasinya di kawasan Bundaran Taman Sekartaji. Prosesi yang dimaknai sebagai penyucian lingkungan itu pun berjalan lancar, di tengah cuaca yang cerah.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kediri Ni Made Susilawati bersyukur dengan pelaksanaan rangkaian Nyepi yang lancar itu. Selain itu, tahun ini juga terasa istimewa dengan rangkaiannya yang bertepatan dengan Ramadan.
“Tentunya ini bukan kebetulan, tapi Tuhan sudah menggariskan dan mengatur. Bahwa kita manusia itu diciptakan berbeda-beda. Tetapi di dalam perbedaan itu, kita bisa bersatu dan terbangun kebersamaan,” ungkapnya.
Dengan doa yang dipanjatkan umat Hindu kemarin, dia berharap bisa membawa kedamaian dan harmonisasi. Baik antara umat dengan Tuhan, umat dengan alam, maupun umat dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
“Kami berharap seluruh umat semakin sejahtera dan bisa mendapatkan kerahayuan, kedamaian, dan kerukunan,” harapnya.
Harapan serupa juga disampaikan Made Ayu, umat Hindu yang juga mengikuti rangkaian Nyepi di Kota Kediri. Di tengah situasi dunia yang tidak kondusif saat ini, dia berharap doa-doa yang dipanjatkan umat bisa membawa kebaikan ke depannya.
Momen Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran juga diharapkan bisa semakin meningkatkan kerukunan antarumat beragama.
“Kita sesama umat pokoknya saling pengertian, saling toleransi dan menyadari keadaan. Jadi nggak ada masalah (meskipun Nyepi bertepatan dengan Ramadan, Red),” ungkap perempuan yang juga akrab disapa Made itu. (sad/ais/fud)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita